Supply and Demand Trading: Cara Menentukan Zona dan Entry di Saham AS

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Supply and Demand Trading: Cara Menentukan Zona dan Entry di Saham AS

Harga sebuah saham bisa bergerak cepat setelah beberapa hari terlihat tenang. Kadang pemicunya laporan keuangan. Kadang ada berita baru, perubahan ekspektasi pasar, atau transaksi dalam jumlah besar yang menyerap likuiditas pada harga tertentu.

Trader yang memakai supply and demand mencoba melacak area sebelum pergerakan tersebut dimulai. Area itu kemudian dijadikan tempat untuk mengamati reaksi harga ketika suatu saat dikunjungi kembali.

Namun, ada batas yang perlu dipahami sejak awal. Kotak pada chart bukan alat untuk melihat order institusi yang masih tersimpan. Itu hanya interpretasi terhadap pergerakan harga sebelumnya. Harga bisa bereaksi lagi, menembus zona, atau bahkan melewatinya lewat gap.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Apa itu Trading Supply dan Demand?

Memahami apa yang sebenarnya dibaca dari metode ini adalah penting sebelum menggambar zona di chart.

Supply and demand trading adalah metode analisis teknikal yang memetakan area harga di mana pasar sebelumnya bergerak dengan kuat.

Metode ini mengenal dua zona utama, yaitu:

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu
  • Demand zone adalah area di mana trader mengamati kemungkinan munculnya tekanan beli ketika harga kembali.

  • Supply zone adalah area di mana harga turun dengan cepat, dan area ini dipantau untuk melihat apakah ada tekanan jual kembali.

Saham selalu berpindah dari penjual ke pembeli dalam setiap transaksi yang sudah terjadi. Oleh karena itu, harga tidak naik hanya karena "jumlah pembeli lebih banyak"; sebaliknya, harga bergerak ketika salah satu pihak menjadi lebih agresif.

Pembeli mungkin bersedia membayar harga jual yang tersedia, sedangkan penjual mungkin bersedia membayar harga beli yang lebih rendah. Di pasar, harga ditemukan melalui interaksi ini.

Zona supply dan demand berusaha menyederhanakan proses ke dalam chart yang mudah dibaca. Praktis, tetapi tidak ideal.

Supply and Demand Bukan Order Book

Kesalahpahaman paling umum terjadi ketika zona pada chart menunjukkan bahwa ada banyak order yang menunggu di level tersebut.

Hanya harga yang telah diperdagangkan yang ditampilkan pada chart candlestick. Volume hanya menunjukkan jumlah saham yang telah berpindah tangan, bukan jumlah order beli dan jual yang saat ini masih mengantre.

Order yang benar-benar sedang menunggu dapat ditemukan di limit order book. Karena beberapa order dapat disembunyikan, diganti, atau dibatalkan sebelum tereksekusi, informasi tersebut mungkin tidak menunjukkan seluruh minat pasar.

Oleh karena itu, pernyataan seperti, "Di zona ini pasti masih ada order institusi yang belum terisi" harus diganti dengan, "Area ini sebelumnya diikuti pergerakan kuat, sehingga layak diamati ketika harga kembali."

Meskipun terlihat kecil, perbedaan ini sangat signifikan. Sementara pernyataan pertama terdengar seperti kepastian, pernyataan kedua mengakui bahwa chart memiliki keterbatasan data.

Pola Supply dan Demand yang Umum

Bentuk chart kadang-kadang tidak konsisten. Namun, zona supply dan demand biasanya dikategorikan ke dalam empat pola dasar.

Drop–Base–Rally

Harga turun, bergerak mendatar sebentar, lalu naik dengan cepat. Area base sebelum kenaikan dapat ditandai sebagai calon demand zone.

Rally–Base–Drop

Harga naik, membentuk base, kemudian turun tajam. Area base sebelum penurunan dapat menjadi calon supply zone.

Rally–Base–Rally

Harga sedang naik, berhenti atau berkonsolidasi sebentar, lalu melanjutkan kenaikan. Pola ini sering disebut demand continuation.

Drop–Base–Drop

Harga turun, berkonsolidasi, lalu kembali turun. Area base-nya dapat diperlakukan sebagai supply continuation.

Tidak ada hubungannya dengan nama pola. Yang lebih penting adalah apakah kamu menggunakan aturan yang sama untuk menemukan dan mengevaluasi setiap zona.

Cara Menggambar Zona Supply dan Demand

Ini lebih dari sekedar menarik kotak di sekitar candle kecil. Agar hasilnya tidak terlalu subjektif, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

1. Mulai dari timeframe yang lebih besar

Daily chart dapat digunakan untuk melihat konteks pergerakan utama untuk saham AS mulai dari timeframe yang lebih besar. Setelah itu, kamu dapat pergi ke chart satu jam, empat jam, atau jangka waktu lain yang sesuai dengan durasi transaksimu.

Timeframe yang besar tidak selalu lebih akurat. Karena fluktuasi harga jangka pendek lebih kecil, pergerakannya mungkin lebih mudah dibaca.

2. Cari gerakan yang benar-benar menonjol

Jangan anggap setiap candle panjang sebagai awal zona; sebaliknya, cari gerakan yang terlihat berbeda dibandingkan dengan kondisi sekitarnya.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • Harga terus naik.

  • Harga bergerak melalui swing high atau swing low terdekat.

  • Candle berukuran lebih besar daripada biasanya.

Meningkatnya volume dibandingkan periode sebelumnya dapat menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan; namun, peningkatan volume tidak selalu menunjukkan bahwa institusi sedang melakukan distribusi atau akumulasi.

Peningkatan volume perdagangan dibandingkan periode sebelumnya dapat menunjukkan aktivitas perdagangan yang lebih meningkat, tetapi peningkatan volume tidak selalu menunjukkan bahwa institusi sedang melakukan distribusi atau akumulasi.

3. Lacak area sebelum pergerakan dimulai

Setelah menemukan impuls harga, perhatikan candle tepat sebelum pergerakan. Istilah base biasanya digunakan untuk menyebut area itu. Dalam demand zone, base ditunjukkan sebelum kenaikan, dan untuk supply zone, base ditunjukkan sebelum penurunan.

Tidak ada aturan umum yang menyatakan bahwa zona harus menggunakan body candle saja. Sementara beberapa trader menggunakan seluruh rentang high-low, yang lain menggunakan body sebagai area utama dan wick sebagai batas luar.

Pilih satu pendekatan, buat pedoman, dan uji secara teratur. Jika batas zona diubah setelah mengetahui hasil pergerakan, evaluasi akan menjadi bias.

4. Tentukan kapan zona dianggap gagal

Demand zone dapat dianggap gagal ketika harga menembus dan bertahan di bawah batas bawahnya, sedangkan supply zone dapat dianggap gagal ketika harga menembus dan bertahan di atas batas atasnya.

Dalam trading plan, juga penting untuk menjelaskan arti kata "bertahan". Apakah hanya satu wick cukup? Haruskah candle ditinggalkan di luar area? Waktu berapa yang digunakan?

Ketika tidak ada aturan yang jelas, keputusan mudah diubah saat posisi mulai kehilangan uang.

5. Periksa kalender perusahaan

Setelah perusahaan mengumumkan laporan keuangan, proyeksi bisnis, keputusan regulator, atau berita penting lainnya, zona yang terlihat rapi dapat menjadi tidak relevan lagi.

Karena adanya gap, harga saham bahkan dapat dibuka langsung di luar zona. Karena likuiditas biasanya lebih rendah, spread dapat melebar, dan harga lebih mudah bergerak tajam, risiko ini lebih besar dalam extended hours.

Riset akademis yang dipublikasikan di Review of Finance mencatat bahwa volatilitas harga saham dalam 10 hari setelah pengumuman laba bisa lebih dari 10% lebih tinggi dibandingkan kondisi normalnya.

Metode untuk Mengevaluasi Kualitas Zona

Tidak semua zona yang ditunjukkan pada chart layak mendapatkan perawatan yang sama. Menyaring topik yang lebih relevan dapat dibantu oleh beberapa elemen berikut.

  • Pergerakan keluar terlihat. Dibandingkan dengan situasi sebelumnya, harga meninggalkan zona dengan pergeseran yang cukup besar.

  • Mengikuti tren utama. Ketika struktur harga masih membentuk higher high dan higher low, demand zone biasanya lebih relevan. Ketika tren utama turun, supply zone menjadi lebih masuk akal.

  • Ada ruang untuk zona selanjutnya. Entry mungkin menarik, tetapi hanya dapat terjadi jika ada resistance atau supply berikutnya di dekatnya.

  • Likuiditas saham yang memadai. Pada saham yang memiliki transaksi tipis, spread dan slippage dapat menyebabkan harga entry dan stop berbeda dari yang diharapkan.

  • Tidak bergantung pada satu candle. Pin bar atau engulfing hanya menunjukkan pergerakan yang terjadi dalam jangka waktu tertentu. Tidak ada pola yang dapat menjamin pembalikan harga.

Fresh zone adalah area yang belum pernah diuji kembali. Sebagian trader percaya bahwa reaksi pertama lebih mungkin. Namun, kepercayaan ini tidak boleh diterima sebagai aturan pasti, tetapi harus divalidasi dengan data.

Strategi Entry ke Zona Supply dan Demand

Setelah zona ditemukan, saatnya membuka posisi. Trader biasanya menggunakan entry dengan konfirmasi atau entry langsung dengan limit order.

1. Entry setelah konfirmasi

Metode ini menunggu harga masuk ke zona dan menunggu reaksi harga. Ini biasanya dikonfirmasi dengan beberapa tanda:

  • Harga mungkin menolak batas zona dan kemudian ditutup kembali ke arah yang diharapkan.

  • Struktur berubah dalam timeframe yang lebih singkat.

  • Ketika harga keluar dari zona, volume meningkat.

  • Setelah beberapa upaya, harga tidak berhasil menembus.

Dalam hal ini, entry dapat lebih jauh dari batas zona. Sebaliknya, trader memperoleh data tambahan sebelum membuka posisi.

2. Entry menggunakan limit order

Trader yang lebih agresif dapat menempatkan limit order di dalam zona tanpa menunggu konfirmasi tambahan.

Limit order membantu menentukan batas harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual. Namun, order tersebut belum tentu tereksekusi, terutama dalam situasi di mana harga bergerak cepat atau hanya menyentuh sebagian kecil zona.

Selain itu, karena posisi dibuka sebelum terlihat apakah sektor tersebut benar-benar mendapat respons dari pasar, risikonya lebih tinggi.

3. Entry setelah zona gagal

Tidak selalu zona yang telah ditembus harus dihapus langsung dari chart. Saat diuji dari bawah, demand zone yang pecah dapat berubah menjadi resistance, dan supply zone yang ditembus dapat berubah menjadi support.

Penembusan saja belum cukup. Sebelum menganggap perubahan fungsi zona sudah valid, trader masih perlu memeriksa apakah harga dapat bertahan di sisi barunya.

Contoh Supply dan Demand pada Saham AS

Contoh berikut menggunakan angka sederhana untuk mempermudah pemahaman hubungan antara zona, entry, stop, dan ukuran posisi.

Sebuah saham bergerak mendatar di antara $95 dan $97, lalu naik cepat hingga US$108. Area antara US$95 dan US$97 kemudian dianggap sebagai demand zone.

Setelah beberapa minggu, harga kembali ke $96,50.

Trader konservatif tidak langsung masuk. Ia menunggu harga memantul dan ditutup di atas US$98. Entry direncanakan pada US$98,20, sementara analisis dianggap gagal jika harga turun di bawah US$94,80.

Risikonya menjadi: $98,20 - $94,80 = US$3,40 per saham.

Jika supply berikutnya berada di US$105, potensi pergerakannya sekitar US$6,80 per saham. Perbandingan antara kemungkinan hasil dan kemungkinan risiko adalah kira-kira 2:1.

Tidak ada yang membuat transaksi tersebut layak secara otomatis karena rasio tersebut. Trader masih perlu memeriksa jadwal earnings, kondisi spread, likuiditas, dan kerugian yang sanggup.

Ukuran posisi dapat dihitung dengan rumus:

Batas kerugian per transaksi ÷ risiko per saham

Tidak ada persentase risiko yang cocok untuk semua trader. Angka 1% atau 2% yang sering disebut hanyalah contoh, bukan standar wajib.

Kesalahan Yang Sering Terjadi

Supply and demand terlihat sederhana ketika dilihat dari chart yang sudah selesai. Dalam kenyataannya, salah satu dari kesalahan-kesalahan berikut cenderung menyebabkan keputusan trading yang tidak konsisten.

  • Menggambar terlalu banyak zona. Jika kotak mewakili hampir seluruh chart, zona tersebut tidak lagi berguna untuk menentukan prioritas.

  • Menganggap harga pasti memantul. Zona tersebut hanyalah area pengamatan, bukan lantai atau atap yang tidak dapat ditembus.

  • Mengubah batas setelah entry. Pengakuan bahwa analisis telah gagal hanya ditunda dengan memperluas zona agar posisi terlihat "belum salah".

  • Menggunakan indikator untuk menandakan persetujuan. RSI yang oversold di demand zone tidak menjamin harga akan berhenti turun. Kondisi oversold dapat bertahan cukup lama selama tren yang kuat.

  • Mengabaikan earnings dan berita. Penilaian pasar dapat berubah dengan cepat karena data baru. Riset CabotWealth menunjukkan bahwa pada sesi perdagangan setelah earnings, saham yang meleset dari ekspektasi turun rata-rata lebih dari 2,5 poin persentase, sementara saham yang melampaui ekspektasi hanya naik sekitar 0,75 poin persentase — selisih 3,4 poin persentase.

  • Tidak menyimpan atau mencatat hasil. Jika tidak ada jurnal, trader tidak akan tahu apakah timeframe, jumlah retest, bentuk keluar, atau teknik konfirmasi yang digunakan benar-benar efektif.

Kelebihan dan Keterbatasan Supply and Demand

Metode ini dapat membantu membuat rencana yang lebih teratur, tetapi ada beberapa keterbatasan.

Salah satu keuntungan dari trading supply and demand adalah kemampuannya membantu trader menentukan area entry, invalidation, dan target sebelum posisi dibuka. Selain itu, trader juga tidak perlu mengejar harga yang sudah bergerak jauh.

Namun, pemilihan zona masih bersifat subjektif. Dua trader dapat menggambar batas yang berbeda pada chart yang sama. Selain itu, data historis juga tidak menjamin harga akan bereaksi serupa ketika kembali ke area tersebut.

Chart biasa pun tidak menunjukkan semua order yang ada di pasar. Berita perusahaan, gap, earnings, atau perubahan suku bunga dapat membuat harga menembus zona tanpa memberikan kesempatan keluar pada harga yang direncanakan.

Karena itu, keunggulan utama metode ini bukan terletak pada kemampuan untuk menebak titik pembalikan dengan tepat. Nilainya terletak pada kemampuan untuk mencatat, mengevaluasi, dan memperbaiki proses pengambilan keputusan.

Kesimpulan

Supply and demand tidak boleh digunakan untuk memprediksi harga.

Demand zone terletak di dekat area sebelum terjadi kenaikan kuat, sedangkan supply zone terletak di dekat area sebelum terjadi penurunan tajam. Keduanya dapat membantu menentukan tempat yang tepat untuk diamati saat harga kembali.

Namun, zona tersebut tidak menunjukkan bahwa order institusional masih menunggu atau bahwa harga akan berbalik. Sebelum memulai pekerjaan, periksa tren dan katalis perusahaan, gunakan aturan menggambar yang konsisten, dan tentukan titik invalidasi.

Kotak yang ada di chart hanyalah satu bagian dari trading plan. Ukuran posisi, eksekusi, dan kedisiplinan adalah faktor-faktor yang menentukan risiko sebenarnya dalam kasus di mana pergerakan harga tidak sesuai perkiraan.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade