Saat harga sedang tren naik, biasanya harga akan naik, turun sedikit, kemudian naik lagi lebih tinggi dari sebelumnya. Begitu juga sebaliknya saat tren turun. Istilahnya seperti "Ayunan" naik-turun inilah yang coba dimanfaatkan oleh swing trader untuk mengambil keuntungan.
Kenapa harga bisa bergerak seperti ini? Soalnya setiap hari, trader dan investor terus bereaksi terhadap berita, data ekonomi, atau sentimen pasar yang baru. Reaksi tersebut yang membuat harga tidak pernah bergerak mulus dalam satu arah saja.
Bagaimana swing trader membaca pergerakan ini? Untuk menangkap ayunan harga tersebut, swing trader umumnya menggunakan bantuan analisis teknikal, seperti:
Moving average untuk melihat arah tren secara umum.
RSI (Relative Strength Index) untuk mengukur apakah harga sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
MACD untuk melihat kekuatan dan potensi pembalikan tren.
Level support dan resistance titik-titik harga yang cenderung jadi "batas" naik atau turun.
Saat harga saham turun mendekati garis moving average 20 hari dalam sebuah tren naik, kebanyakan swing trader menganggap ini sebagai peluang untuk masuk. Mereka memperkirakan harga akan kembali naik mengikuti tren utamanya.
Berikut gambaran kasusnya: Sebelum masuk posisi, swing trader biasanya sudah menentukan dua hal: di harga berapa mereka akan keluar jika untung (target profit), dan di harga berapa mereka akan keluar jika rugi (stop loss).
Misal ada seorang swing trader hanya mau mengambil risiko rugi $1 per saham, tapi mengincar potensi untung $3 per saham. Itu disebut rasio risiko-imbalan 1:3 maka artinya untuk setiap $1 yang dipertaruhkan, target keuntungannya tiga kali lipat.
Kalau risikonya $1 tapi potensi untungnya cuma $0,75. Kalau diposisi ini trader akan berpikir dua kali untuk masuk posisi tersebut karena imbalannya dianggap kurang sepadan dengan risikonya, kecuali mereka sangat yakin peluang menangnya tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan dari Swing Trading
Secara umum, swing trading menawarkan keseimbangan pada analisis teknikal yang sederhana dan potensi keuntungan jangka pendek. Di sisi lain, hal ini juga tetap punya risiko tersendiri karena posisi yang dibuka bisa terpapar perubahan harga di luar jam pantauan trader.
Supaya lebih ada gambarannya, simak tabel di bawah ini untuk memahami kelebihan dan kekurangannya secara ringkas dirangkum dari Investopedia:
Kelebihan | Kekurangan |
• Tidak sesibuk day trading karena waktu pemantauan lebih fleksibel. | • Rentan risiko harga berubah drastis semalaman atau saat akhir pekan. |
• Berpotensi menangkap keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek. | • Perubahan arah harga tiba-tiba bisa menyebabkan kerugian besar. |
• Cukup mengandalkan analisis teknikal karena prosesnya lebih sederhana. | • Berisiko melewatkan potensi keuntungan dari tren jangka panjang. |
• Tidak terikat batas jumlah transaksi harian seperti day trader. | • Masih butuh waktu pemantauan lebih banyak dibanding investasi jangka panjang. |
Tips dan Strategi untuk Meminimalisir Risiko Swing Trading
Swing trading punya risiko lebih rendah dibandingkan bentuk trading jangka pendek lainnya. Cara ini bisa dilakukan mengandalkan analisis teknikal dan mempertahankan posisi dalam jangka waktu singkat.
1. Mengetahui Indikator Teknikal Dasarnya
Pahami indikator teknikal dasar seperti moving average, Relative Strength Index (RSI), atau Moving Average Convergence Divergence (MACD) sebelum mencoba strategi yang lebih kompleks.
2. Pilih Saham
Bagi pemula, pilih saham dengan pergerakan yang cenderung stabil dan mudah dianalisis. Contoh saham yang bisa dipilih bisa untuk swing trading adalah Meta, Apple, dan Microsoft (dalam kondisi pasar tertentu).
3. Belajar Dasar Swing Charting
Swing charting merupakan teknik membaca grafik untuk mengenali pola naik-turun harga (swing high dan swing low. Ini menjadi dasar penting sebelum menentukan titik masuk dan keluar dalam swing trading.
4. Pakai Candlestick dan Oscillator
Pelajari dan pahami pola candlestick dengan indikator oscillator seperti RSI atau Stochastic. Cara ini bisa jadi cara untuk membantu trader mengenali momen jenuh beli/jual.
5. Terapkan Uji Kelayakan Sebelum Eksekusi Trade
Sebelum benar-benar membuka posisi, ada baiknya trader menerapkan semacam checklist atau tahapan verifikasi untuk memastikan peluang trading tersebut benar-benar layak diambil, bukan sekadar dorongan emosional sesaat.
6. Kenali Teknik Pullback Trading
Pullback trading merupakan strategi memanfaatkan koreksi sementara dalam suatu tren. Cara ini bertujuan mencari titik masuk yang lebih menguntungkan ketimbang membeli di puncak harga.
Mulai Trading Saham AS dari HP dengan Gotrade
Setelah kamu memahami hal-hal penting seputar swing trading, langkah selanjutnya yaitu dengan praktik langsung di pasar saham AS. Kamu bisa melakukah trading dengan mudag lewat aplikasi Gotrade.
Gotrade aplikasi yang aman dan terpercaya karena sudah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta didukung oleh Nasdaq dan TradingView. Dengan modal mulai dari $1, kamu sudah bisa mulai praktik strategi swing trading pada saham-saham AS langsung dari HP.
Kamu bisa unduh Gotrade lewat App Store maupun Google Play Store. Berikut langkah-langkah untuk melakukannya:
Unduh dan buka aplikasi Gotrade, lalu login. Kalau belum punya akun, lakukan daftar dan ikuti proses hingga melengkapi data yang diminta hingga verifikasi.
Cari saham yang ingin kamu analisis pada kolom pencarian. Contoh: ketik "MSFT" untuk Microsoft atau "NVDA" untuk Nvidia.
Pantau pergerakan harga lewat grafik yang tersedia, kemudian identifikasi tren menggunakan indikator seperti Moving Average atau RSI sebelum menentukan titik entry.
Isi jumlah unit saham atau nominal sesuai yang kamu inginkan.
Cek kembali rincian order, pastikan harga dan jumlahnya sesuai.
Konfirmasi pembelian dan transaksi akan langsung diproses.
Dengan Gotrade, kamu bisa belajar sekaligus mempraktikkan strategi swing trading kapan saja, langsung dari HP.