Swing Trading untuk Pemula, Ini Contoh, Cara Kerja hingga Tipsnya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Swing Trading untuk Pemula, Ini Contoh, Cara Kerja hingga Tipsnya

Swing trading adalah salah satu strategi yang kerap dipakai trader, terutama bagi mereka yang tidak punya waktu untuk memantau pasar sepanjang hari (day trader). Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu untuk meraih keuntungan.

Tapi sebelum mulai mencobanya, penting bagi pemula untuk memahami cara kerja swing trading hingga kelebihan dan kekurangannya. Pelajari selengkapnya seputar swing trader di bawah ini.

Memahami Arti Swing Trading

Mengutip e-book bertajuk Manajemen Psikologi dalam Investasi Saham oleh Dr. Sri Utami, SE., MM dari Universitas Dr. Soetomo, swing trader yaitu trader saham dengan gaya trading dalam jangka waktu yang lebih lama dari day trading. Tujuan swing trading ini akan berusaha mengambil keuntungan dari fluktuasi atau goyangan (swing) harga dalam periode yang lebih panjang.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Cara kerja swing trading mencoba itu untuk menangkap pergerakan harga menengah, sambil menyeimbangkan volatilitas dan potensi keuntungan. Hal tersebut beda dengan day trading atau investasi jangka panjang.

Berapa Lama Jangka Waktu Swing Trading?

Jangka waktu swing trading yaitu dalam hitungan hari sampai beberapa minggu. Posisi Swing trading itu ada di tengah-tengah spektrum antara day trading dan trend trading.

Contoh Swing Trading Pada Perdagangan

Sebagai gambaran, bayangkan pergerakan harga saham yang naik dan turun, bukan garis lurus yang terus naik atau terus turun. Konsep ini yang menjadi dasar swing trading.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Saat harga sedang tren naik, biasanya harga akan naik, turun sedikit, kemudian naik lagi lebih tinggi dari sebelumnya. Begitu juga sebaliknya saat tren turun. Istilahnya seperti "Ayunan" naik-turun inilah yang coba dimanfaatkan oleh swing trader untuk mengambil keuntungan.

Kenapa harga bisa bergerak seperti ini? Soalnya setiap hari, trader dan investor terus bereaksi terhadap berita, data ekonomi, atau sentimen pasar yang baru. Reaksi tersebut yang membuat harga tidak pernah bergerak mulus dalam satu arah saja.

Bagaimana swing trader membaca pergerakan ini? Untuk menangkap ayunan harga tersebut, swing trader umumnya menggunakan bantuan analisis teknikal, seperti:

  • Moving average untuk melihat arah tren secara umum.

  • RSI (Relative Strength Index) untuk mengukur apakah harga sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah.

  • MACD untuk melihat kekuatan dan potensi pembalikan tren.

  • Level support dan resistance titik-titik harga yang cenderung jadi "batas" naik atau turun.

Saat harga saham turun mendekati garis moving average 20 hari dalam sebuah tren naik, kebanyakan swing trader menganggap ini sebagai peluang untuk masuk. Mereka memperkirakan harga akan kembali naik mengikuti tren utamanya.

Berikut gambaran kasusnya: Sebelum masuk posisi, swing trader biasanya sudah menentukan dua hal: di harga berapa mereka akan keluar jika untung (target profit), dan di harga berapa mereka akan keluar jika rugi (stop loss).

Misal ada seorang swing trader hanya mau mengambil risiko rugi $1 per saham, tapi mengincar potensi untung $3 per saham. Itu disebut rasio risiko-imbalan 1:3 maka artinya untuk setiap $1 yang dipertaruhkan, target keuntungannya tiga kali lipat.

Kalau risikonya $1 tapi potensi untungnya cuma $0,75. Kalau diposisi ini trader akan berpikir dua kali untuk masuk posisi tersebut karena imbalannya dianggap kurang sepadan dengan risikonya, kecuali mereka sangat yakin peluang menangnya tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan dari Swing Trading

Secara umum, swing trading menawarkan keseimbangan pada analisis teknikal yang sederhana dan potensi keuntungan jangka pendek. Di sisi lain, hal ini juga tetap punya risiko tersendiri karena posisi yang dibuka bisa terpapar perubahan harga di luar jam pantauan trader.

Supaya lebih ada gambarannya, simak tabel di bawah ini untuk memahami kelebihan dan kekurangannya secara ringkas dirangkum dari Investopedia:

Kelebihan

Kekurangan

• Tidak sesibuk day trading karena waktu pemantauan lebih fleksibel.

• Rentan risiko harga berubah drastis semalaman atau saat akhir pekan.

• Berpotensi menangkap keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.

• Perubahan arah harga tiba-tiba bisa menyebabkan kerugian besar.

• Cukup mengandalkan analisis teknikal karena prosesnya lebih sederhana.

• Berisiko melewatkan potensi keuntungan dari tren jangka panjang.

• Tidak terikat batas jumlah transaksi harian seperti day trader.

• Masih butuh waktu pemantauan lebih banyak dibanding investasi jangka panjang.

Tips dan Strategi untuk Meminimalisir Risiko Swing Trading

Swing trading punya risiko lebih rendah dibandingkan bentuk trading jangka pendek lainnya. Cara ini bisa dilakukan mengandalkan analisis teknikal dan mempertahankan posisi dalam jangka waktu singkat.

1. Mengetahui Indikator Teknikal Dasarnya

Pahami indikator teknikal dasar seperti moving average, Relative Strength Index (RSI), atau Moving Average Convergence Divergence (MACD) sebelum mencoba strategi yang lebih kompleks.

2. Pilih Saham

Bagi pemula, pilih saham dengan pergerakan yang cenderung stabil dan mudah dianalisis. Contoh saham yang bisa dipilih bisa untuk swing trading adalah Meta, Apple, dan Microsoft (dalam kondisi pasar tertentu).

3. Belajar Dasar Swing Charting

Swing charting merupakan teknik membaca grafik untuk mengenali pola naik-turun harga (swing high dan swing low. Ini menjadi dasar penting sebelum menentukan titik masuk dan keluar dalam swing trading.

4. Pakai Candlestick dan Oscillator

Pelajari dan pahami pola candlestick dengan indikator oscillator seperti RSI atau Stochastic. Cara ini bisa jadi cara untuk membantu trader mengenali momen jenuh beli/jual.

5. Terapkan Uji Kelayakan Sebelum Eksekusi Trade

Sebelum benar-benar membuka posisi, ada baiknya trader menerapkan semacam checklist atau tahapan verifikasi untuk memastikan peluang trading tersebut benar-benar layak diambil, bukan sekadar dorongan emosional sesaat.

6. Kenali Teknik Pullback Trading

Pullback trading merupakan strategi memanfaatkan koreksi sementara dalam suatu tren. Cara ini bertujuan mencari titik masuk yang lebih menguntungkan ketimbang membeli di puncak harga.

Mulai Trading Saham AS dari HP dengan Gotrade

Setelah kamu memahami hal-hal penting seputar swing trading, langkah selanjutnya yaitu dengan praktik langsung di pasar saham AS. Kamu bisa melakukah trading dengan mudag lewat aplikasi Gotrade.

Gotrade aplikasi yang aman dan terpercaya karena sudah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta didukung oleh Nasdaq dan TradingView. Dengan modal mulai dari $1, kamu sudah bisa mulai praktik strategi swing trading pada saham-saham AS langsung dari HP.

Kamu bisa unduh Gotrade lewat App Store maupun Google Play Store. Berikut langkah-langkah untuk melakukannya:

  1. Unduh dan buka aplikasi Gotrade, lalu login. Kalau belum punya akun, lakukan daftar dan ikuti proses hingga melengkapi data yang diminta hingga verifikasi.

  2. Cari saham yang ingin kamu analisis pada kolom pencarian. Contoh: ketik "MSFT" untuk Microsoft atau "NVDA" untuk Nvidia.

  3. Pantau pergerakan harga lewat grafik yang tersedia, kemudian identifikasi tren menggunakan indikator seperti Moving Average atau RSI sebelum menentukan titik entry.

  4. Isi jumlah unit saham atau nominal sesuai yang kamu inginkan.

  5. Cek kembali rincian order, pastikan harga dan jumlahnya sesuai.

  6. Konfirmasi pembelian dan transaksi akan langsung diproses.

Dengan Gotrade, kamu bisa belajar sekaligus mempraktikkan strategi swing trading kapan saja, langsung dari HP.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade