Likuiditas saham menunjukkan seberapa mudah saham dapat dibeli atau dijual tanpa berdampak besar pada harganya. Saham dengan likuiditas rendah juga dapat lebih sulit dijual pada harga yang diinginkan.
Oleh karena itu, jangan mulai dengan pertanyaan, “saham apa yang akan naik?” Sebaliknya, mulailah dengan pertanyaan, “saham apa yang bisa saya trading-kan dengan risiko yang masih bisa dikendalikan?”
9 Kriteria Saham yang Cocok untuk Trading
Tidak ada satu indikator yang dapat menentukan seberapa baik sebuah saham untuk trading. Karena itu, gunakan beberapa kriteria berikut secara bersamaan untuk menilai apakah sebuah saham sesuai dengan strategi dan toleransi risikomu.
1. Memiliki likuiditas yang memadai
Likuiditas menunjukkan seberapa mudah kamu dapat masuk atau keluar dari posisi.
Jangan hanya fokus pada jumlah lembar saham yang diperdagangkan. Harga saham juga penting. Satu juta saham senilai US$2 tentu berbeda dengan satu juta saham senilai US$200.
Karena itu, trader dapat melihat nilai transaksi sekaligus volume untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
2. Bid-ask spread relatif tipis
Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli, sedangkan ask adalah harga terendah yang diminta penjual. Selisih antara keduanya disebut spread.
Semakin besar spread dibandingkan target trading kamu, semakin besar pula pergerakan harga yang dibutuhkan sebelum posisi mulai menghasilkan keuntungan.
Spread beberapa sen mungkin terlihat kecil bagi trader aktif, tetapi jika target per transaksinya juga kecil, dampaknya bisa cukup besar.
3. Volume hari ini lebih aktif dari biasanya
Volume yang lebih tinggi dari biasanya tidak selalu menunjukkan sesuatu yang menarik.
Membandingkan volume saat ini dengan kebiasaan saham tersebut akan lebih bermanfaat. Jika aktivitas transaksi meningkat bersamaan dengan pergerakan harga atau munculnya katalis, saham tersebut mungkin layak diperhatikan lebih lanjut.
Tidak perlu mencari satu nilai minimum volume yang berlaku untuk semua saham. Setiap saham memiliki baseline yang berbeda.
4. Volatilitas sesuai dengan strategi
Saham yang hampir tidak bergerak mungkin kurang cocok untuk strategi trading jangka pendek. Namun, volatilitas ekstrem juga tidak selalu menjadi hal yang baik.
Jika harga bergerak terlalu cepat, hal itu dapat meningkatkan kemungkinan slippage dan membuat level risiko lebih sulit dieksekusi sesuai rencana.
Dengan kata lain, trader tidak perlu mencari saham yang “paling volatil”. Lihat apakah pergerakan harganya masih sesuai dengan timeframe dan toleransi risiko kamu.
5. Struktur harga membantu menentukan risiko
Support, resistance, trend, range, atau breakout dapat membantu trader menyusun skenario.
Namun, level teknikal tidak menjamin bahwa harga akan mengikuti arah tertentu.
Hal yang lebih penting adalah menjawab pertanyaan: pada level berapa analisismu dianggap salah?
Jika titik invalidasi sulit ditentukan, menghitung risiko posisi juga menjadi lebih sulit.
6. Ada alasan di balik meningkatnya aktivitas saham
Peningkatan aktivitas saham biasanya memiliki konteks.
Perhatian pasar dapat meningkat karena laporan keuangan, perubahan guidance, produk baru, keputusan regulator, merger, data ekonomi, atau perubahan sentimen industri.
Namun, katalis tidak selalu menentukan arah harga. Jika hasilnya tidak memenuhi ekspektasi pasar, laporan keuangan yang terlihat bagus sekalipun masih dapat direspons negatif.
Karena itu, sebelum masuk ke suatu saham, pahami apa yang sebenarnya menggerakkan harganya.
7. Risiko event masih dapat diterima
Katalis dapat menciptakan kesempatan trading sekaligus meningkatkan risiko.
Menjelang earnings, misalnya, saham dapat mengalami pergerakan harga yang tajam. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, market order juga tidak menjamin harga eksekusi yang sama dengan harga yang kamu lihat saat menekan tombol beli atau jual.
Karena itu, sebelum membuka posisi, periksa kalender earnings dan event penting yang dapat memengaruhi saham tersebut.
Kapitalisasi pasar yang besar bukan jaminan bahwa saham akan lebih mudah ditradingkan. Namun, kamu perlu lebih berhati-hati terhadap saham berkapitalisasi sangat kecil dengan volume perdagangan rendah dan informasi publik yang terbatas.
Informasi mengenai beberapa saham microcap dapat lebih sulit ditemukan. Dibandingkan perusahaan yang lebih besar, saham jenis ini juga cenderung memiliki likuiditas yang lebih rendah dan volatilitas yang lebih tinggi.
Karena itu, jangan menjadikan kapitalisasi pasar kecil atau harga saham murah sebagai alasan utama untuk masuk.
9. Sesuaikan dengan gaya trading kamu
Saham yang menarik untuk scalper belum tentu cocok untuk swing trader.
Trader intraday mungkin lebih memperhatikan spread, volume sesi, dan volatilitas intraday. Sementara itu, swing trader dapat lebih memprioritaskan struktur harga beberapa hari, katalis, dan risiko overnight.
Tidak ada satu karakter saham yang otomatis cocok untuk semua strategi.
Cara Praktis Menyaring Saham untuk Trading
Setelah memahami kriterianya, langkah selanjutnya adalah mempersempit daftar saham secara bertahap. Dengan begitu, kamu tidak perlu menganalisis terlalu banyak ticker sekaligus.
Mulai dari saham yang likuid. Selanjutnya, perhatikan spread dan bandingkan volume trading hari ini dengan volume biasanya.
Kemudian, periksa apakah rentang pergerakan harga cukup sesuai dengan strategi yang digunakan dan cari tahu apakah earnings, berita perusahaan, atau katalis sektor sedang memengaruhi saham tersebut.
Terakhir, buka chart dan tentukan tiga hal sebelum melakukan transaksi: level entry, titik invalidasi, dan jumlah risiko yang siap diterima.
Jika kamu belum bisa menjelaskan ketiganya, kemungkinan kamu belum perlu membuka posisi tersebut.
Kesalahan Umum Saat Memilih Saham
FOMO, asumsi yang terlalu sederhana, atau informasi yang tidak lengkap dapat membuat proses screening yang sudah baik menjadi kurang efektif.
1. Mengejar top gainer tanpa mempertimbangkan konteks
Saham yang telah mengalami kenaikan signifikan bukan otomatis kandidat trading terbaik.
Cari tahu mengapa harga dan volume bergerak, lalu pastikan spread masih masuk akal.
2. Menganggap saham terkenal pasti ideal untuk trading
Nama besar saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah saham cocok untuk trading.
Pergerakan harga saham dapat berubah dari waktu ke waktu. Saham yang aktif minggu ini bisa menjadi lebih tenang pada minggu berikutnya.
3. Melihat chart tanpa memeriksa berita
Breakout dapat terjadi bersamaan dengan earnings, keputusan regulator, atau berita perusahaan.
Mengabaikan konteks dapat membuat trader tidak memahami sumber volatilitas yang sedang terjadi.
4. Menganggap stop loss menjamin harga keluar
Stop order dapat membantu manajemen risiko, tetapi tidak selalu menjamin harga eksekusi tertentu.
Setelah stop price tercapai, harga eksekusi akhir dapat berbeda dari level tersebut, terutama ketika harga bergerak cepat.
Saham Apa yang Layak Dipertimbangkan?
Watchlist sebaiknya tidak hanya berisi saham yang kamu sukai, tetapi saham yang saat ini memiliki karakter yang sesuai dengan setup trading yang kamu cari.
Tidak semua saham selalu cocok untuk trading.
Saham yang layak masuk watchlist adalah saham yang cukup likuid, spread-nya masuk akal, aktivitas volumenya mendukung, pergerakannya sesuai strategi, dan memiliki risiko yang dapat didefinisikan sebelum membuka posisi.
Ini jauh lebih penting daripada hanya mencari saham yang sedang viral atau berharap satu indikator dapat memprediksi pergerakan selanjutnya.
Trading juga memiliki risiko yang tinggi. Day trading dapat sangat berisiko dan tidak selalu cocok untuk trader dengan pengalaman atau toleransi risiko yang terbatas.
Kesimpulan
Tujuan screening bukan mencari saham yang pasti menghasilkan keuntungan, tetapi menemukan saham dengan kondisi yang lebih mudah dianalisis dan memiliki risiko yang lebih terukur.
Memilih saham yang tepat untuk trading bukan berarti mencari ticker yang pasti akan naik.
Fokuslah pada tradability, termasuk likuiditas, spread, volume, volatilitas, katalis, dan struktur harga. Kamu juga perlu memahami bagaimana menentukan risiko sebelum melakukan transaksi.
Pendekatan ini membuat watchlist lebih terarah dan keputusan tidak hanya bergantung pada saham yang sedang ramai.
Dengan Gotrade, kamu dapat memantau saham AS dan membuat watchlist sebelum mengambil keputusan trading.
Kinerja di masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Selalu lakukan riset dan pahami risikonya sebelum mengambil keputusan.