Diversifikasi Investasi: Arti, Manfaat, dan Contoh

Ringkasan Gotrade
- Diversifikasi investasi adalah strategi menyebarkan dana ke berbagai aset untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber risiko.
- Diversifikasi membantu mengurangi konsentrasi dan membuat portofolio lebih terstruktur sesuai tujuan investasi.
- Diversifikasi dapat dilakukan melalui kelas aset, sektor, wilayah geografis, dan karakteristik saham yang berbeda.
- Jumlah aset saja belum cukup karena eksposur, korelasi, dan overlap antar investasi juga perlu diperhatikan.
- Diversifikasi membantu mengelola risiko, tetapi tidak menjamin keuntungan atau menghilangkan risiko pasar.
Memiliki lima atau sepuluh saham tidak berarti portofolio kamu sudah terdiversifikasi. Ketika suatu sektor sedang tertekan, nilai saham yang sebagian besar berasal dari sektor yang sama atau memiliki karakteristik serupa masih dapat turun bersamaan.
Karena itu, diversifikasi bukan hanya soal menambah jumlah investasi. Diversifikasi adalah strategi menyebarkan investasi ke berbagai aset dengan sumber risiko dan karakteristik yang berbeda agar portofolio tidak terlalu bergantung pada satu perusahaan, sektor, atau pasar.
Bagaimana diversifikasi bekerja dan seperti apa portofolio yang benar-benar terdiversifikasi?
Apa Itu Diversifikasi Investasi?
Diversifikasi investasi adalah strategi menyebarkan dana investasi ke berbagai aset dengan karakteristik berbeda untuk mengurangi ketergantungan portofolio pada satu sumber risiko.
Misalnya, investor dapat memiliki beberapa perusahaan dari berbagai industri daripada menempatkan seluruh dananya pada satu saham. Memiliki beberapa kelas aset atau mendapatkan eksposur ke pasar dari negara lain juga menjadi cara untuk melakukan diversifikasi yang lebih luas.
FINRA menjelaskan bahwa diversifikasi dilakukan dengan menyebarkan investasi antar kelas aset maupun di dalam kelas aset.
Artinya, diversifikasi investasi tidak terbatas pada keputusan untuk memiliki aset seperti saham atau obligasi. Komposisi saham yang kamu miliki juga perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, portofolio dengan lima perusahaan teknologi berbeda mungkin lebih tersebar dibanding portofolio yang hanya memiliki satu saham. Namun, portofolio tersebut masih sangat bergantung pada satu industri.
Diversifikasi investasi juga berbeda dari asset allocation dan rebalancing.
Konsep | Artinya |
Asset allocation | Menentukan proporsi portofolio yang ditempatkan pada masing-masing kelas aset |
Diversifikasi | Menyebarkan investasi antar aset dan di dalam masing-masing kelas aset |
Rebalancing | Menyesuaikan kembali bobot portofolio ketika komposisinya berubah dari target awal |
Meskipun berhubungan, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dalam pengelolaan portofolio.
Manfaat Diversifikasi Investasi
Diversifikasi memiliki banyak manfaat untuk pengelolaan portofolio, selain mengurangi ketergantungan pada satu sumber risiko.
1. Menambah sumber pertumbuhan portofolio
Kinerja portofolio tidak hanya bergantung pada pertumbuhan satu sektor ketika investasi tersebar ke berbagai perusahaan, sektor, atau kelas aset.
Misalnya, ketika satu bagian portofolio mengalami penurunan, bagian lain dapat memiliki kondisi fundamental atau siklus bisnis yang berbeda.
2. Mengurangi fokus pada satu tema investasi
Kadang-kadang, investor tidak menyadari bahwa mereka memiliki beberapa aset yang sebenarnya memiliki eksposur yang serupa.
Diversifikasi membantu kamu melihat apakah portofolio terlalu terfokus pada satu tema, industri, negara, atau ukuran perusahaan.
3. Membantu menyusun portofolio sesuai tujuan investasi
Diversifikasi juga dapat digunakan untuk menyesuaikan komposisi investasi dengan horizon waktu dan toleransi risiko.
Misalnya, investor dengan tujuan jangka panjang dapat memiliki komposisi portofolio yang berbeda dari investor yang akan membutuhkan dana dalam waktu dekat.
4. Membuat portofolio lebih terstruktur
Dengan memahami fungsi setiap aset, kamu dapat lebih mudah mengevaluasi mengapa suatu investasi berada di dalam portofolio.
Artinya, keputusan untuk menambah, mengurangi, atau melakukan rebalancing tidak hanya bergantung pada pergerakan harga jangka pendek.
Manfaat diversifikasi tetap bergantung pada bagaimana aset dikombinasikan dalam portofolio. Menambah jumlah investasi saja belum tentu memberikan manfaat tambahan jika aset tersebut memiliki eksposur yang sangat mirip.
Bagaimana Diversifikasi Membantu Mengurangi Risiko?
Membuat semua investasi selalu menghasilkan keuntungan bukan tujuan utama diversifikasi. Strategi ini digunakan agar kinerja seluruh portofolio tidak terlalu bergantung pada hasil satu investasi.
Untuk memahaminya, risiko investasi secara sederhana dapat dibagi menjadi dua kategori.
1. Risiko spesifik
Risiko spesifik atau unsystematic risk berasal dari perusahaan, industri, atau investasi tertentu.
Contohnya:
Penjualan perusahaan menurun.
Produk baru perusahaan gagal.
Perusahaan mengalami masalah operasional.
Regulasi baru berdampak pada industri tertentu.
Kondisi keuangan satu perusahaan memburuk.
Jika seluruh dana hanya dialokasikan ke perusahaan tersebut, dampaknya terhadap portofolio dapat menjadi besar.
Namun, masalah pada satu perusahaan tidak otomatis berdampak sama terhadap seluruh portofolio jika investasi tersebar ke berbagai perusahaan dan sektor dengan karakteristik yang berbeda.
Jenis risiko inilah yang menjadi salah satu fokus utama diversifikasi.
2. Risiko pasar
Berbeda dengan risiko spesifik, risiko pasar atau systematic risk dapat memengaruhi banyak investasi sekaligus.
Contohnya adalah perubahan kondisi ekonomi, krisis keuangan, perubahan kebijakan moneter yang signifikan, atau tekanan luas pada pasar saham.
Diversifikasi tidak dapat menghilangkan risiko tersebut sepenuhnya.
Karena itu, meskipun portofolio sudah berisi banyak saham, nilainya tetap dapat menurun ketika pasar saham secara keseluruhan mengalami tekanan.
Perhatikan juga korelasi
Salah satu konsep penting dalam diversifikasi investasi adalah korelasi, yaitu seberapa mirip pergerakan dua investasi.
Jika beberapa aset cenderung bergerak ke arah yang sama, menggabungkannya belum tentu memberikan manfaat diversifikasi sebesar yang terlihat dari jumlah asetnya.
Sebaliknya, menggabungkan investasi dengan karakteristik pergerakan yang berbeda dapat membantu menyebarkan risiko.
Investopedia menjelaskan bahwa manfaat diversifikasi juga bergantung pada korelasi investasi di dalam portofolio.
Karena itu, pertanyaan yang lebih bermanfaat bukan hanya:
“Ada berapa saham di portofolio saya?”
Tetapi juga:
“Apakah saham-saham tersebut memiliki sumber risiko yang berbeda?”
Baca juga: Risiko Investasi: Jenis, Cara Mengukur, dan Strategi Mengelolanya
Jenis Diversifikasi dalam Investasi
Diversifikasi investasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, investor tidak harus menggunakan semuanya sekaligus karena komposisi portofolio tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing.
1. Diversifikasi kelas aset
Cara pertama adalah menyebarkan dana ke berbagai kelas aset, seperti:
Saham
Obligasi
Kas
Komoditas
Instrumen investasi lainnya
Setiap kelas aset memiliki karakteristik risiko dan respons yang berbeda terhadap kondisi ekonomi.
Namun, memiliki beberapa kelas aset tidak otomatis membuat portofolio menjadi ideal. Proporsinya tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan toleransi risiko.
2. Diversifikasi perusahaan dan sektor
Di pasar saham, investor dapat melakukan diversifikasi dengan memiliki beberapa perusahaan dari sektor yang berbeda.
Misalnya:
Teknologi
Healthcare
Financial
Consumer
Industrial
Energi
Tujuannya bukan memastikan satu sektor akan naik ketika sektor lain turun, tetapi mengurangi ketergantungan terhadap kondisi satu industri tertentu.
FINRA menjelaskan bahwa diversifikasi saham dapat diperluas dengan memiliki perusahaan dari berbagai ukuran, sektor, dan wilayah geografis.
3. Diversifikasi geografis
Perusahaan dari negara berbeda menghadapi kondisi ekonomi, mata uang, regulasi, dan siklus pasar yang tidak selalu sama.
Karena itu, sebagian investor menggunakan diversifikasi geografis untuk mengurangi konsentrasi pada satu negara atau wilayah.
Misalnya, investor Indonesia yang memiliki aset domestik dapat mempelajari saham atau ETF AS untuk memperoleh eksposur ke berbagai perusahaan dan industri.
Namun, diversifikasi internasional juga memiliki risiko tersendiri, seperti perubahan nilai tukar, regulasi, dan kondisi ekonomi masing-masing negara.
Baca juga: Investasi Saham Luar Negeri: Cara, Risiko, dan Pajaknya
4. Diversifikasi karakteristik saham
Saham tetap memiliki karakteristik yang berbeda meskipun berada dalam satu negara dan kelas aset yang sama.
Misalnya:
Perusahaan dengan kapitalisasi besar dan lebih kecil
Growth dan value
Perusahaan siklikal dan defensif
Perusahaan dari berbagai sektor
Investor.gov menjelaskan bahwa portofolio dapat didiversifikasi tidak hanya antar kelas aset, tetapi juga di dalam kelas aset tersebut.
Contoh Diversifikasi Portofolio
Bayangkan ada tiga investor dengan komposisi saham yang berbeda.
Portofolio | Isi | Tingkat konsentrasi |
A | 100% NVIDIA | Sangat bergantung pada satu perusahaan |
B | NVIDIA, AMD, Broadcom, Micron, dan TSMC | Memiliki lebih banyak saham, tetapi masih memiliki eksposur besar terhadap industri semikonduktor |
C | Saham dari berbagai perusahaan dan sektor atau ETF broad market | Risiko perusahaan dan sektor lebih tersebar |
Portofolio B memang memiliki lima saham. Meskipun demikian, jumlah ticker saja belum cukup untuk menentukan apakah suatu portofolio sudah terdiversifikasi dengan baik.
Jika seluruh perusahaan sensitif terhadap faktor industri yang sama, sebagian risiko dapat muncul secara bersamaan.
Diversifikasi berusaha menyebarkan sumber risiko tersebut.
Perlu diingat bahwa contoh di atas hanya digunakan untuk menjelaskan konsep diversifikasi, bukan sebagai contoh komposisi portofolio ideal atau rekomendasi untuk membeli aset tertentu.
Cara Melakukan Diversifikasi Portofolio
Tidak ada satu kombinasi diversifikasi investasi yang sesuai untuk semua investor. Untuk memulai, kamu dapat melihat bagaimana portofolio disusun secara keseluruhan.
1. Tentukan tujuan dan horizon investasi
Sebelum menentukan komposisi aset, pahami terlebih dahulu kapan dana akan digunakan dan untuk tujuan apa.
Investor.gov menjelaskan bahwa toleransi risiko dan horizon investasi merupakan faktor penting dalam menentukan asset allocation.
Portofolio untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan mungkin tidak memiliki komposisi yang sama dengan portofolio untuk tujuan investasi selama puluhan tahun.
2. Periksa konsentrasi portofolio
Lihat apakah sebagian besar nilai investasi terkumpul pada satu area.
Kamu dapat memeriksa:
Saham dengan bobot terbesar
Sektor dengan bobot terbesar
Negara dengan eksposur terbesar
Kelas aset yang paling dominan
Misalnya, kamu mungkin memiliki sepuluh saham berbeda. Namun, jika delapan di antaranya berasal dari sektor teknologi, portofolio tetap memiliki konsentrasi sektor yang tinggi.
3. Periksa overlap antar investasi
Memiliki beberapa ETF tidak selalu berarti portofolio otomatis semakin terdiversifikasi.
Dua ETF berbeda dapat memegang banyak perusahaan yang sama sehingga eksposur portofolio sebenarnya tumpang tindih.
FINRA mengingatkan bahwa memiliki dua fund yang berinvestasi pada kelompok saham yang sama tidak memberikan banyak tambahan manfaat diversifikasi.
Karena itu, jika menggunakan ETF, periksa juga:
Indeks yang dilacak
Sektor yang dominan
Holdings terbesar
Bobot perusahaan terbesar
ETF broad market dan ETF yang hanya berfokus pada satu industri dapat memiliki tingkat diversifikasi yang berbeda.
4. Pahami fungsi setiap investasi
Jangan menambah aset hanya karena ingin memiliki lebih banyak ticker.
Terlebih dahulu, tanyakan:
Eksposur apa yang ditambahkan aset ini?
Apakah saya sudah memiliki eksposur yang serupa?
Seberapa besar bobotnya terhadap total portofolio?
Risiko apa yang masih terkonsentrasi?
Dengan begitu, diversifikasi menjadi bagian dari strategi, bukan sekadar menambah jumlah investasi.
5. Evaluasi kembali secara berkala
Komposisi portofolio dapat berubah meskipun kamu tidak melakukan transaksi.
Misalnya, saham yang awalnya memiliki bobot 10% dapat tumbuh lebih cepat dibanding aset lain hingga akhirnya menjadi 25% dari keseluruhan portofolio.
Portofolio pun menjadi lebih terkonsentrasi dibanding rencana awal.
Di sinilah rebalancing dapat digunakan untuk mengembalikan alokasi mendekati target yang sudah ditentukan.
FINRA menjelaskan bahwa bobot aset dapat berubah karena pergerakan pasar sehingga investor perlu menilai apakah portofolio masih sesuai dengan alokasi awalnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Diversifikasi Investasi
Meskipun konsep diversifikasi terlihat sederhana, ada beberapa kesalahan yang mudah dilakukan.
Menganggap banyak saham otomatis berarti sudah terdiversifikasi. Sepuluh saham dalam industri yang sama masih memiliki risiko konsentrasi yang cukup tinggi.
Terlalu fokus pada satu sektor. Sentimen atau perubahan fundamental yang memengaruhi industri tersebut tetap dapat memengaruhi sebagian besar portofolio.
Memiliki sejumlah ETF dengan holdings yang serupa. Nama ETF yang berbeda tidak berarti eksposurnya selalu berbeda.
Menambah aset tanpa memahami fungsinya. Jumlah investasi meningkat, tetapi sumber risikonya belum tentu berubah.
Melakukan diversifikasi berlebihan. Terlalu banyak posisi dapat membuat portofolio lebih sulit dipantau. Manfaat tambahan diversifikasi juga dapat semakin kecil ketika jumlah investasi terus bertambah.
Menganggap diversifikasi menghilangkan risiko. Diversifikasi membantu mengelola risiko tertentu, tetapi tidak dapat menjamin portofolio bebas dari kerugian.
Karena itu, kualitas diversifikasi lebih penting daripada sekadar jumlah aset yang dimiliki.
Diversifikasi Investasi Membantu Mengelola Risiko, Bukan Menjamin Keuntungan
Salah satu cara mengelola risiko investasi adalah dengan menghindari ketergantungan berlebihan pada satu aset, perusahaan, sektor, atau pasar.
Namun, tujuan diversifikasi bukan membuat portofolio kebal terhadap penurunan. Kondisi pasar yang luas masih dapat menyebabkan berbagai aset turun pada waktu yang sama.
Yang lebih penting adalah memahami apa yang kamu miliki, seberapa besar bobot masing-masing posisi, serta apakah berbagai investasi tersebut benar-benar memberikan eksposur yang berbeda.
Kamu dapat melihat saham dan ETF AS di Gotrade untuk mempelajari perusahaan, sektor, dan karakteristik aset sebelum menentukan apakah investasi tersebut sesuai dengan strategi portofoliomu.
Referensi
FINRA, Asset Allocation and Diversification
Investopedia, What Diversification Really Means for Your Portfolio
Investor.gov, Beginners' Guide to Asset Allocation, Diversification, and Rebalancing
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














