Investment Banking Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Ringkasan
- Investment banking membantu perusahaan memperoleh pendanaan dan menjalankan transaksi korporasi seperti IPO, M&A, dan financial advisory.
- Fungsinya mencakup penggalangan dana, underwriting, advisory, M&A, serta valuasi perusahaan.
- Dalam IPO, investment banking membantu proses dari analisis dan valuasi hingga penawaran saham kepada investor.
- Investment banking berfokus pada transaksi korporasi dan pasar modal, sedangkan commercial banking lebih berkaitan dengan kredit, simpanan, dan pembayaran.
Pernah bertanya-tanya bagaimana perusahaan bisa mendapatkan dana dalam jumlah besar untuk ekspansi, melakukan IPO, atau membeli perusahaan lain? Transaksi seperti ini tentu tidak terjadi begitu saja. Ada proses analisis, valuasi, penyusunan struktur transaksi, hingga pencarian investor atau pihak yang terlibat di dalamnya.
Lalu, investment banking adalah apa dan apa hubungannya dengan pasar modal? Secara sederhana, investment banking merupakan layanan keuangan yang membantu perusahaan, pemerintah, dan institusi memperoleh pendanaan serta menjalankan transaksi keuangan kompleks, seperti IPO, penerbitan efek, merger dan akuisisi, hingga financial advisory. Dilansir dari laman Investopedia, investment bank berperan sebagai perantara antara perusahaan dan pasar keuangan dalam berbagai kebutuhan pendanaan maupun transaksi strategis.
Apa Itu Investment Banking?
Investment banking adalah bidang layanan keuangan yang membantu perusahaan atau institusi memperoleh pendanaan, mengakses pasar modal, dan menjalankan transaksi korporasi. Berbeda dengan commercial banking yang lebih banyak berkaitan dengan kredit, simpanan, dan layanan perbankan sehari-hari, investment banking berfokus pada transaksi keuangan berskala korporasi.
Aktivitasnya dapat mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penggalangan dana hingga aksi korporasi. Dilansir dari Investopedia, beberapa aktivitas yang umum dikaitkan dengan investment banking meliputi penerbitan saham dan obligasi, IPO, merger dan akuisisi, serta financial advisory.
Investment banking → bidang atau aktivitas layanan keuangan.
Investment bank → institusi yang menyediakan layanan tersebut.
Investment banker → profesional yang menangani transaksi dan aktivitas investment banking.
Ketiga istilah tersebut saling berkaitan, tetapi tidak memiliki arti yang sama. Dalam konteks Indonesia, Kementerian Keuangan melalui JDIH mendefinisikan investment bank sebagai lembaga keuangan yang memperoleh izin untuk menjalankan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi.
Apa Fungsi Investment Banking bagi Perusahaan?
Fungsi investment banking tidak hanya berkaitan dengan IPO. Layanan ini juga dapat membantu perusahaan mendapatkan pendanaan, menjalankan transaksi M&A, menentukan nilai perusahaan, serta mengambil keputusan keuangan strategis. Berikut beberapa fungsi utamanya.
Membantu Penggalangan Dana
Salah satu fungsi utama investment banking adalah membantu perusahaan memperoleh modal melalui berbagai alternatif, seperti penerbitan saham, IPO, obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya. Perusahaan dapat menggunakan pendanaan tersebut untuk ekspansi bisnis, pembangunan fasilitas, pengembangan produk, akuisisi, atau proyek jangka panjang. Dilansir dari Investopedia, investment bank membantu perusahaan dan institusi memperoleh modal melalui penerbitan saham maupun instrumen utang, sehingga perusahaan memiliki alternatif pendanaan selain pinjaman.
Mendukung IPO dan Underwriting
Ketika perusahaan melakukan initial public offering atau IPO, investment banking dapat membantu berbagai tahapan mulai dari persiapan, analisis, penentuan struktur penawaran, hingga distribusi saham kepada investor. Salah satu aktivitas penting di dalamnya adalah underwriting, ketika investment bank atau perusahaan efek membantu proses penawaran efek. Berdasarkan penelitian Busaba, Liu, dan Restrepo (2025) dalam Journal of Corporate Finance, kinerja underwriter dalam membawa IPO ke pasar berkaitan dengan pangsa pasar dan volume IPO yang mereka tangani pada periode berikutnya. Penelitian tersebut juga membahas hubungan kinerja underwriting dengan underwriting spread dan harga penawaran.
Memberikan Financial Advisory
Investment banking juga berperan sebagai penasihat ketika perusahaan menghadapi keputusan keuangan strategis, bukan hanya ketika membutuhkan dana. Layanan financial advisory dapat mencakup bantuan dalam menentukan struktur pendanaan, mengevaluasi transaksi, mempertimbangkan aksi korporasi, menilai kondisi keuangan, hingga menyusun strategi ekspansi. Dengan analisis tersebut, perusahaan dapat memahami berbagai alternatif transaksi beserta konsekuensi finansialnya sebelum mengambil keputusan.
Mendampingi Merger dan Akuisisi
Merger and acquisition atau M&A merupakan aktivitas yang erat dengan investment banking, terutama ketika perusahaan ingin membeli, menjual, atau bergabung dengan perusahaan lain. Investment banker dapat membantu melakukan valuasi, menganalisis transaksi, menyusun struktur kesepakatan, hingga mendukung proses negosiasi.
Membantu Valuasi dan Restrukturisasi
Investment banker juga dapat membantu menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan, prospek bisnis, kondisi industri, dan faktor pasar. Hasil valuasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti IPO, M&A, penggalangan dana, maupun restrukturisasi keuangan, sehingga perusahaan memiliki dasar analisis yang lebih terukur ketika menjalankan transaksi korporasi.
Baca Juga: Investasi Syariah: Jenis, Manfaat, dan ETF Syariah
Bagaimana Cara Kerja Investment Banking?
Secara sederhana, cara kerja investment banking dimulai ketika perusahaan memiliki kebutuhan tertentu, seperti mencari pendanaan atau menjalankan aksi korporasi. Investment banker kemudian menganalisis kondisi perusahaan, melakukan valuasi, dan membantu menyusun struktur transaksi yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Dalam prosesnya, analisis dapat mempertimbangkan kondisi dan kinerja keuangan, prospek industri, kondisi pasar, risiko transaksi, kebutuhan pendanaan, hingga minat investor. Setelah struktur transaksi disiapkan, investment bank dapat membantu menghubungkan perusahaan dengan investor atau pihak terkait hingga transaksi masuk ke tahap eksekusi.

Contoh Peran Investment Banking dalam Proses IPO
Sebuah perusahaan dapat menggunakan IPO untuk memperoleh modal dengan menawarkan sebagian kepemilikannya kepada investor. Dalam prosesnya, investment banking membantu perusahaan mulai dari analisis dan valuasi, persiapan struktur IPO dan underwriting, hingga penawaran saham kepada investor sebelum akhirnya tercatat di bursa.
Dalam konteks Indonesia, penelitian Ariyani dan Gumanti (2025) menganalisis 424 IPO selama 2016–2024 dan menemukan hubungan signifikan antara reputasi underwriter serta market sentiment dengan IPO underpricing. Hubungan tersebut juga berbeda pada periode sebelum, selama, dan setelah pandemi.
infografis
Investment Banking vs Commercial Banking
Meskipun sama-sama bergerak di sektor keuangan, investment banking dan commercial banking memiliki fokus yang berbeda. Investment banking lebih banyak berkaitan dengan transaksi korporasi, pasar modal, dan aksi pendanaan, sedangkan commercial banking lebih dekat dengan layanan perbankan seperti kredit, simpanan, dan pembayaran. Perbedaan tersebut dapat kamu lihat dari fokus layanan, jenis pendanaan, hingga sumber pendapatan masing-masing.
Aspek | Investment Banking | Commercial Banking |
Fokus | Transaksi korporasi dan pasar modal | Simpanan, kredit, dan layanan perbankan |
Pendanaan | Saham, obligasi, dan transaksi pasar modal | Pinjaman atau fasilitas kredit |
Layanan | Advisory, underwriting, M&A | Kredit, deposito, pembayaran |
Klien | Perusahaan dan institusi | Individu, bisnis, dan institusi |
Pendapatan | Advisory fee dan transaction fee | Bunga dan biaya layanan |
Namun, perbedaan tersebut tidak berarti sebuah kelompok jasa keuangan hanya dapat menjalankan satu jenis aktivitas. Beberapa kelompok keuangan besar dapat memiliki berbagai lini bisnis. Karena itu, fokus layanan menjadi pembeda yang lebih relevan ketika membandingkan keduanya.
Sumber Pendapatan Investment Banking
Aktivitas investment banking menghasilkan pendapatan melalui berbagai jasa yang diberikan kepada klien.
Advisory Fee dan Transaction Fee
Investment bank dapat memperoleh advisory fee atas layanan konsultasi dan analisis yang diberikan kepada klien.
Sementara itu, transaksi seperti IPO, penerbitan efek, dan M&A dapat menghasilkan transaction fee berdasarkan struktur dan kesepakatan transaksi.
Dilansir dari Investopedia, divisi advisory pada investment bank umumnya memperoleh pendapatan dari biaya jasa. Model pendapatan tersebut berbeda dengan aktivitas lain seperti perdagangan efek yang memiliki mekanisme pendapatan tersendiri.
Underwriting dan Aktivitas Pasar
Underwriting juga dapat menjadi sumber pendapatan dalam aktivitas investment banking. Dalam transaksi IPO, misalnya, underwriter membantu proses penawaran efek dan menjalankan berbagai fungsi yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
Penelitian Busaba, Liu, dan Restrepo (2025) juga membahas hubungan antara kinerja underwriting, underwriting spread, dan aktivitas IPO berikutnya. Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa kemampuan underwriter dalam menjalankan transaksi dapat memiliki implikasi terhadap aktivitas bisnis mereka di masa berikutnya.
Apa Peran Riset dalam Investment Banking?
Selain transaksi dan advisory, riset juga mendukung analisis dalam investment banking. Divisi riset dapat menganalisis perusahaan, kredit, instrumen pendapatan tetap, kondisi makroekonomi, hingga data kuantitatif untuk membantu memahami peluang dan risiko transaksi. Karena itu, proses investment banking tidak hanya mempertimbangkan laporan keuangan, tetapi juga kondisi industri, perkembangan ekonomi, valuasi, dan situasi pasar sebelum sebuah transaksi dijalankan.
Peran Investment Banking di Pasar Modal Indonesia
Dalam konteks Indonesia, aktivitas investment banking berkaitan erat dengan perusahaan efek, pasar modal, emiten, dan investor. Perannya dapat dilihat dari beberapa hubungan utama berikut.
Perusahaan efek dan penjamin emisi: Menurut Kementerian Keuangan melalui JDIH, investment bank merupakan lembaga keuangan yang memperoleh izin untuk menjalankan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi.
Emiten dan investor: Investment banking membantu perusahaan menyiapkan pendanaan atau aksi korporasi, sementara investor menjadi salah satu pihak yang menyediakan modal melalui pasar keuangan.
Penghubung kebutuhan modal: Investment banking dapat menjadi penghubung antara perusahaan yang membutuhkan pendanaan dengan sumber modal yang tersedia di pasar.
Karena itu, ketika membahas investment banking di Indonesia, kamu juga perlu memperhatikan jenis kegiatan dan regulasi yang berlaku. Struktur kelembagaan di Indonesia tidak selalu identik dengan penggunaan istilah investment banking dalam literatur internasional.
Mulai Investasi Saham AS Bersama Gotrade
Memahami investment banking membantu kamu melihat bagaimana perusahaan memperoleh pendanaan dan menjalankan aksi korporasi di pasar keuangan. Jika kamu ingin mengenal pasar saham global lebih dekat, Gotrade menyediakan akses ke saham AS secara fraksional mulai dari $1, sehingga kamu dapat membeli sebagian saham tanpa harus membeli satu saham secara utuh. Pelajari perusahaan yang tersedia, pahami risikonya, lalu sesuaikan pilihan investasi dengan tujuan dan kondisi keuanganmu. Mulai investasi saham AS bersama Gotrade dan bangun perjalanan investasimu secara bertahap.
Referensi
Investopedia. “Understanding Investment Banks: Functions, Examples, and Key Roles”
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Investment Bank. JDIH Kementerian Keuangan.
Busaba, W. Y., Liu, Z., & Restrepo, F. (2025). Reputation acquisition and abnormal performance in IPO underwriting. Journal of Corporate Finance, 95, 102883.
Ariyani, V., & Gumanti, T. A. (2025). The effect of underwriter reputation and market sentiment on IPO underpricing: Evidence from Indonesia. Modern Finance, 3(3), 54–65.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














