Pivot Point: Cara Hitung, Jenis, dan Strategi Tradingnya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Pivot Point: Cara Hitung, Jenis, dan Strategi Tradingnya

Ringkasan Gotrade

  • Pivot point adalah level referensi yang dihitung dari data harga periode sebelumnya untuk membentuk pivot, support, dan resistance.
  • Level seperti S1, S2, R1, dan R2 sebaiknya digunakan untuk membaca respons harga bersama tren, volume, dan price action.
  • Hasil pivot bisa berbeda tergantung jenis perhitungan, timeframe, dan data sesi yang digunakan.

Sebelum market AS mulai bergerak aktif trader sebenarnya sudah bisa memiliki beberapa level harga sebagai referensi untuk sesi berikutnya. Level seperti pivot, support, dan resistance tersebut bisa dihitung menggunakan data harga dari periode sebelumnya. Inilah fungsi utama dari pivot point.

Pivot point memberikan peta awal mengenai area harga yang bisa diperhatikan sebelum melihat bagaimana market bereaksi. Tetapi, pivot point bukanlah sebuah prediksi bahwa harga pasti akan memantul di support atau berhenti di resistance. Level tersebut lebih tepat digunakan sebagai reference point untuk membaca respons harga dan menyusun skenario trading.

Apa Itu Pivot Point?

Pivot point adalah level harga yang dihitung dari data periode sebelumnya untuk membantu trader memetakan area support dan resistance pada periode berikutnya. Dalam versi standar perhitungannya akan menggunakan tiga data utama dari periode sebelumnya yaitu high, low, dan close.

Baca juga: RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Menurut Fidelity pivot utama digunakan untuk menjadi dasar dalam menghitung level support dan resistance yang berada di atas maupun di bawahnya.

Secara umum:

P = Pivot Point
R = Resistance
S = Support

Baca juga: Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Sebagai contoh jika daily pivot digunakan untuk sesi hari selasa dan data yang digunakan biasanya berasal dari sesi yang terjadi di hari senin.

Saat market dibuka maka level seperti P, R1, R2, S1, dan S2 sudah bisa digunakan sebagai reference map.

Tetapi level ini bukanlah sinyal yang pasti. Ketika S1 bukan berarti harga akan memantul, dan R1 bukan berarti harga akan berhenti naik.

Maka dari itu pivot point lebih tepat digunakan sebagai area referensi yang tetap perlu untuk dibaca bersamaan dengan price action, tren, volume saham, dan konteks pasar.

Cara Menghitung Pivot Point

Untuk versi standarnya pivot point bisa dihitung dari harga tertinggi, terendah, dan penutupan pada periode sebelumnya.

Rumus Pivot Point

P = (High + Low + Close) ÷ 3

Setelah mendapatkan nilai P, level support dan resistance bisa dihitung dengan cara:

R1 = (2 × P) − Low
S1 = (2 × P) − High
R2 = P + (High − Low)
S2 = P − (High − Low)

Contoh Perhitungan Pivot Point

Sebagai contoh perhitungan misalnya sesi sebelumnya memiliki:

  • High: US$110

  • Low: US$100

  • Close: US$106

Maka langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan menghitung pivot utamanya:

P = (110 + 100 + 106) ÷ 3 = US$105,33

Kemudian akan menjadi:

R1 = (2 × 105,33) − 100 = US$110,67
S1 = (2 × 105,33) − 110 = US$100,67
R2 = 105,33 + (110 − 100) = US$115,33
S2 = 105,33 − (110 − 100) = US$95,33

Maka hasilnya adalah:

Level

Harga

R2

US$115,33

R1

US$110,67

Pivot

US$105,33

S1

US$100,67

S2

US$95,33

Level seperti R3 dan S3 juga bisa kamu hitung tetapi rumusnya bisa berbeda bergantung pada jenis pivot dan platform yang digunakan. Karena itu, kamu harus gunakan metodologi yang konsisten saat membandingkan hasilnya.

Cara Membaca Pivot Point

Cara paling sederhana membaca pivot point adalah melihat posisi harga terhadap pivot utama serta respon harga di sekitar level support dan resistance.

Misalnya:

Pivot = US$105,33
Current price = US$108

Saat harga berada di atas pivot, kondisi tersebut sering dibaca sebagai konteks intraday yang lebih bullish. Sebaliknya, saat harga yang berada di bawah pivot hal ini sering dianggap memberikan konteks yang lebih bearish.

Menurut Investopedia posisi harga terhadap pivot mampu membantu membentuk directional bias sementara level support dan resistance di sekitarnya akan digunakan sebagai referensi.

Tetapi, kamu jangan mengubahnya menjadi aturan sederhana seperti:

harga > pivot = buy
harga < pivot = sell

Harga bisa saja berada sedikit di atas pivot ketika tren masih turun, volume lemah atau berkali-kali gagal dalam mempertahankan level tersebut. Karena itu, pivot lebih baik digunakan sebagai reference level yang dikonfirmasi melalui perilaku harga.

Level pivot juga sebaiknya tidak dianggap sebagai satu titik harga yang harus disentuh secara presisi. Misalnya saat S1 berada di US$100,67 tetapi harga bisa saja mulai bereaksi di US$100,60 atau US$100,80.

Fidelity menjelaskan bahwa support dan resistance merupakan area tempat tekanan beli atau jual dapat mempengaruhi pergerakan harga.

Jadi, meskipun pivot menghasilkan angka yang presisi, respons pasar di sekitarnya akan lebih tepat jika dibaca sebagai area.

Jenis-Jenis Pivot Point

Ada beberapa jenis pivot point yang menggunakan formula berbeda, yaitu sebagai berikut:

1. Traditional Pivot

Pivot ini menggunakan high, low, dan close pada periode sebelumnya untuk menghitung pivot utama serta level support dan resistance.

2. Classic Pivot

Classic pivot mirip dengan traditional pivot tetapi beberapa rumus level support dan resistance nya dapat berbeda.

3. Fibonacci Pivot

Fibonacci Pivot menggunakan pivot dasar yang serupa tetapi level support dan resistance nya dihitung menggunakan rasio Fibonacci seperti 0,382, 0,618, dan 1,000.

Metode ini berbeda dari Fibonacci retracement karena kamu tidak perlu memilih swing high dan swing low secara manual.

4. Woodie Pivot

Woodie memberikan bobot berbeda dalam menghitung pivot. Dalam implementasinya menggunakan rumus:

P = (Previous High + Previous Low + 2 × Current Open) ÷ 4

Karena metode perhitungannya dapat berbeda antar platform maka kamu perlu melakukan pemeriksaan pada formula yang digunakan sebelum membandingkan hasil.

5. Camarilla Pivot

Camarilla menggunakan previous close dan rentang harga sebelumnya untuk menghasilkan beberapa level support dan resistance.

Jumlah levelnya biasanya lebih banyak sehingga trader bisa melihat beberapa area harga di sekitar penutupan periode sebelumnya.

6. DeMark Pivot

DeMark atau DM menggunakan perhitungan yang bergantung pada hubungan antara previous open dan previous close.

Formula dasarnya berubah tergantung apakah harga penutupan berada di atas, di bawah atau sama dengan harga pembukaan. Dari hasil tersebut akan mulai dihitung level support dan resistance utamanya.

Kenapa Pivot Point di Dua Platform Bisa Berbeda?

Hasil pivot point di dua platform bisa berbeda-beda meskipun menggunakan saham yang sama. Penyebabnya biasanya berasal dari jenis pivot, timeframe atau data sesi yang digunakan.

Misalnya, Traditional, Woodie, dan Fibonacci yang memakai formula berbeda. Daily dan weekly pivot juga akan menggunakan periode input yang berbeda.

Untuk saham AS, perbedaan juga bisa muncul berdasarkan penggunaan data regular session dan extended hours. TradingView menjelaskan bahwa sumber data yang digunakan mampu memengaruhi level pivot yang dihasilkan.

Karena itu, sebelum membandingkan hasil, kamu harus memeriksa kembali pivot type, timeframe dan session data yang ada.

Coba gunakan widget berikut untuk menghitung pivot point sekaligus membandingkan bagaimana perubahan pivot type, timeframe, dan data sesi mampu menghasilkan level support dan resistance yang berbeda.

Strategi Menggunakan Pivot Point

Pivot point lebih berguna jika digunakan sebagai bagian dari skenario trading bukannya sebagai sinyal yang dibaca sendirian, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Amati Reaksi Harga di Area Pivot

Misalnya S1 berada di US$100,67 maka ketika harga mendekati level tersebut kamu jangan langsung menganggapnya sebagai sinyal buy.

Perhatikan juga apakah muncul rejection, reclaim, perubahan struktur harga atau peningkatan volume. Jika harga justru menembus S1 dengan momentum kuat maka skenario reversal bisa menjadi kurang relevan.

2. Perhatikan Breakout di Resistance

Jika harga menembus R1 kamu harus lihat kembali apakah breakout tersebut mampu bertahan dan apakah level R1 kemudian berfungsi sebagai support saat terjadi retest.

Tetap ingat kembali bahwa breakout belum tentu akan berlanjut. Harga masih bisa kembali turun dan menghasilkan false breakout.

3. Gunakan Pivot sebagai Konteks

Harga di atas pivot bisa memberi konteks yang lebih bullish tetapi sebaiknya tetap dibaca bersamaan dengan struktur harga, volume, dan kondisi pasar.

Jadi, kamu jangan hanya menggunakan:

above P = bullish

Akan lebih berguna jika kamu baca sebagai:

above P + price structure + volume + market context

4. Cari Confluence

Level pivot bisa menjadi lebih relevan ketika berada dekat dengan area teknikal lain, seperti previous swing high, resistance sebelumnya, VWAP, moving average atau level psikologis.

Tetapi, hindari menggunakan terlalu banyak indikator hanya untuk mencari konfirmasi. Fokuslah pada faktor yang memang menjadi bagian dari trading plan.

Pivot Point vs Support-Resistance vs Fibonacci Retracement

Ketiganya sama-sama digunakan untuk mencari level penting pada chart tetapi sumber perhitungannya tetap berbeda. Perhatikan tabel berikut ini:

Aspek

Pivot Point

Support-Resistance

Fibonacci Retracement

Basis

OHLC periode sebelumnya

Reaksi harga sebelumnya

Swing high dan swing low

Formula

Ya

Tidak selalu

Ya

Perlu memilih swing

Tidak

Bisa

Ya

Level berubah

Setiap periode pivot

Saat struktur berubah

Saat swing berubah

Output

P, S, R

Area support/resistance

Level retracement

Fungsi utama

Referensi level awal

Membaca struktur harga

Mengukur kedalaman pullback

Tidak ada satu metode yang selalu lebih baik. Pivot point lebih rules-based, support-resistance lebih bergantung pada struktur harga sedangkan Fibonacci retracement lebih menggunakan hubungan antar-swing.

Gunakan Pivot Point sebagai Referensi Bukannya Sinyal Tunggal

Pivot point membantu trader memetakan area support dan resistance berdasarkan data harga periode sebelumnya.

Level tersebut bisa digunakan sebagai referensi sebelum sesi berkembang tetapi bukanlah batas yang harus dipatuhi harga. Harga tetap bisa memantul, menembus level, mengalami false breakout, atau bahkan gap melewati area pivot.

Hasil pivot juga bisa berbeda tergantung jenis pivot, timeframe, dan data sesi yang digunakan. Karena itu, gunakan pivot point sebagai referensi bersama struktur harga, volume, kondisi pasar, dan pengelolaan risiko.

Kamu bisa menggunakan Gotrade untuk memantau chart saham AS yang sedang dipelajari dan melihat bagaimana harga bereaksi di sekitar level pivot.

Buka akun Gotrade dan mulai pantau saham AS yang ingin kamu analisis.

Referensi

TradingView, “Poin Pivot Standar.”

Fidelity Investments, “Support and Resistance.”

Investopedia, “Unlock Market Trends with the Pivot Points Trading Strategy.”

Fidelity Investments, “Pivot Points (Resistance and Support).”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku