Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Ringkasan Gotrade

  • Contribution margin adalah pendapatan yang tersisa setelah biaya variabel dikurangi dari penjualan.
  • Metrik ini dapat dihitung dalam bentuk total, per unit, atau rasio untuk melihat kontribusi penjualan terhadap biaya tetap dan laba.
  • Bagi investor, contribution margin membantu memahami struktur biaya dan operating leverage, meski angkanya belum tentu tersedia langsung di laporan keuangan publik.

Sebuah perusahaan menjual produk seharga Rp100.000 dengan biaya variabel Rp60.000/unit. Apakah selisihnya sebesar Rp40.000 langsung menjadi laba? Belum tentu.

Selisih tersebut masih bisa digunakan untuk menutup biaya tetap seperti sewa, gaji, dan sistem perusahaan. Nilai inilah yang disebut contribution margin atau margin kontribusi.

Konsep ini akan membantu perusahaan memahami hubungan antara harga jual, biaya, volume penjualan, break-even point, dan laba.

Baca juga: RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Apa Itu Contribution Margin?

Contribution margin atau margin kontribusi adalah selisih antara pendapatan penjualan dan biaya variabel yang terkait dengan penjualan tersebut.

Menurut OpenStax, margin kontribusi menunjukkan bagian pendapatan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan kemudian berkontribusi pada laba.

Secara sederhana, setelah biaya variabel dikurangkan dari penjualan sisanya menjadi contribution margin. Lalu nilai ini kemudian digunakan untuk menutup biaya tetap. Setelah biaya tetap tertutup sisa margin kontribusi bisa menjadi laba operasional.

Baca juga: Pivot Point: Cara Hitung, Jenis, dan Strategi Tradingnya

Klasifikasi biaya tetap dan variabel tidak selalu mutlak sama karena sebagian biaya bisa memiliki komponen tetap dan variabel. Analisisnya juga perlu untuk mempertimbangkan relevant range, yaitu kisaran aktivitas ketika asumsi perilaku biaya masih berlaku.

Rumus Contribution Margin

Ada tiga bentuk rumus contribution margin yang paling umum digunakan, yaitu:

1. Total Contribution Margin

Contribution Margin = Total Sales − Total Variable Costs

Misalnya, jika penjualan Rp1 miliar dan biaya variabel Rp600 juta.

Contribution Margin = Rp400 juta

Artinya, Rp400 juta yang tersedia digunakan untuk menutup biaya tetap kemudian digunakan untuk berkontribusi terhadap laba.

2. Contribution Margin per Unit

Contribution Margin per Unit = Selling Price − Variable Cost per Unit

Sebagai contoh jika harga jual Rp100.000 dan biaya variabel Rp60.000, maka:

Contribution Margin per Unit = Rp40.000

Artinya, setiap unit akan memberikan margin kontribusi sebesar Rp40.000.

3. Contribution Margin Ratio

Contribution Margin Ratio = Contribution Margin ÷ Sales × 100%

Dengan contoh yang sama sebelumnya, maka:

Rp40.000 ÷ Rp100.000 × 100% = 40%

Rasio ini menunjukkan bagian penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan berkontribusi terhadap laba.

Contoh Cara Menghitung Contribution Margin

Supaya lebih mudah untuk dipahami kamu bisa gunakan contoh sederhana berikut ini. Misalnya sebuah perusahaan memiliki:

  • Harga jual: Rp100.000

  • Biaya variabel per unit: Rp60.000

  • Unit terjual: 10.000

  • Biaya tetap: Rp300 juta

Maka contribution margin per unitnya adalah Rp40.000. Jika 10.000 unit telah terjual maka total contribution margin akan menjadi Rp400 juta.

Setelah dikurangi biaya tetap Rp300 juta maka laba operasional dalam ilustrasi ini menjadi Rp100 juta.

Jadi, contribution margin bukanlah laba akhir karena nilainya masih digunakan untuk menutup biaya tetap terlebih dahulu.

Cara Membaca Contribution Margin Ratio

Contribution margin ratio membantu kamu melihat berapa persen penjualan yang tersisa setelah biaya variabel dikurangi. Misalnya, perusahaan memiliki dua produk seperti berikut ini:

Produk A

Produk B

Harga jual

Rp100.000

Rp200.000

Biaya variabel

Rp60.000

Rp100.000

Contribution margin per unit

Rp40.000

Rp100.000

Contribution margin ratio

40%

50%

Produk B memiliki contribution margin yang lebih besar baik secara nominal maupun persentase. Tetapi, itu bukan berarti Produk B pasti lebih menguntungkan.

Profitabilitas tetap akan dipengaruhi oleh volume penjualan, biaya tetap, kapasitas produksi, kebutuhan sumber daya, permintaan, dan product mix.

Karena itu, contribution margin ratio lebih tepat digunakan untuk melihat berapa banyak bagian penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan laba bukannya sebagai ukuran profitabilitas secara keseluruhan.

Karena itu, contribution margin ratio sebaiknya dibandingkan dengan perusahaan atau produk yang memiliki model bisnis dan struktur biaya yang serupa.

Perbedaan Contribution Margin, Gross Margin, dan Operating Margin

Contribution margin, gross margin, dan operating margin sama-sama berkaitan dengan profitabilitas tetapi memiliki fokus yang berbeda. Perhatikan tabel berikut ini:

Metrik

Perhitungan Sederhana

Fokus

Contribution Margin

Sales − Variable Costs

Biaya variabel dan kontribusi penjualan

Gross Margin

Revenue − COGS

Laba setelah biaya produksi atau layanan

Operating Margin

Operating Income ÷ Revenue

Profitabilitas setelah biaya operasional

Berdasarkan tabel diatas perbedaan utamanya ada pada cara biaya dikelompokkan saja. Contribution margin memisahkan biaya menjadi variabel dan tetap sedangkan gross margin mengikuti struktur income statement melalui cost of goods sold.

Karena itu, COGS belum tentu sama dengan biaya variabel.

Contohnya adalah depresiasi atau fixed manufacturing overhead bisa saja masuk ke dalam COGS meskipun tidak berubah langsung setiap kali produksi bertambah sebaliknya, komisi penjualan bisa termasuk sebagai operating expense tetapi tetap bersifat variabel.

Contribution margin income statement mengelompokkan biaya berdasarkan perilaku biaya bukannya fungsi biaya seperti yang ada dalam laporan keuangan eksternal.

Hubungan Contribution Margin dengan Break-Even Point

Contribution margin menjadi salah satu komponen utama dalam break-even analysis karena menunjukkan seberapa besar nilai dari setiap penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap.

Menurut OpenStax, break-even point bisa terjadi ketika total pendapatan sama dengan total biaya.

Untuk satu produk rumus yang digunakan adalah:

Break-Even Units = Fixed Costs ÷ Contribution Margin per Unit

Jika perusahaan dengan biaya tetap Rp300 juta dan contribution margin per unit Rp40.000, maka:

Rp300.000.000 ÷ Rp40.000 = 7.500 unit

Artinya, perusahaan perlu menjual sekitar 7.500 unit untuk mencapai titik impas. Jika penjualan telah mencapai 10.000 unit maka volume di atas titik tersebut bisa mulai berkontribusi terhadap laba operasional.

Karena itu, perubahan pada contribution margin juga mampu untuk mengubah jumlah unit yang perlu dijual untuk mencapai break-even point.

Apakah Contribution Margin Berguna untuk Analisis Saham?

Ya, tetapi akan lebih tepat digunakan sebagai konsep pendukung daripada rasio saham utama.

Contribution margin bisa membantu investor memahami bagaimana struktur biaya mampu mempengaruhi pertumbuhan laba perusahaan.

1. Memahami Unit Economics

Misalnya ketika penjualan bertambah US$100 juta dengan tambahan biaya variabel sebesar US$40 juta. Artinya, terdapat tambahan contribution margin sekitar US$60 juta.

Jika biaya tetap tidak banyak berubah maka sebagian dari nilai tersebut bisa mengalir ke laba operasional. Inilah salah satu alasan laba bisa tumbuh lebih cepat daripada pendapatan.

2. Memahami Operating Leverage

Perusahaan dengan biaya tetap besar dan contribution margin tinggi bisa mengalami perubahan laba yang lebih besar ketika volume penjualan berubah.

Saat penjualan naik, biaya tetap tidak selalu meningkat dengan kecepatan yang sama. Tetapi, efek sebaliknya juga bisa terjadi ketika penjualan turun.

Berdasarkan Journal of Business Research struktur biaya dan operating leverage akan berkaitan dengan sensitivitas laba terhadap perubahan aktivitas bisnis. Artinya struktur biaya mempengaruhi seberapa sensitif laba terhadap perubahan pendapatan.

3. Tidak Selalu Tersedia di Laporan Publik

Contribution margin lebih umum digunakan dalam managerial accounting sehingga perusahaan publik belum tentu menampilkannya secara langsung dalam laporan keuangan. Investor biasanya perlu melihat informasi tambahan seperti unit economics, biaya transaksi, komisi, fulfillment cost atau biaya per pelanggan.

Karena itu, jangan langsung menganggap COGS sama dengan seluruh biaya variabel ketika mencoba menghitung contribution margin dari laporan keuangan publik.

Contribution Margin Membantu Memahami Bagaimana Penjualan Menjadi Laba

Contribution margin bisa membantu kamu melihat berapa banyak bagian dari penjualan yang tersisa setelah biaya variabel dibayar. Nilai tersebut kemudian bisa digunakan untuk menutup biaya tetap sebelum akhirnya berkontribusi terhadap laba.

Karena itu, metrik ini berguna untuk memahami unit economics, membandingkan produk, menghitung break-even point, serta melihat bagaimana perubahan volume penjualan bisa mempengaruhi profit.

Bagi investor, contribution margin juga bisa digunakan untuk membantu membaca operating leverage dan skalabilitas bisnis. Namun, metrik ini tidak selalu tersedia langsung dalam laporan keuangan karena perusahaan publik belum tentu mengungkap pemisahan biaya tetap dan variabel secara lengkap.

Kamu bisa menggunakan Gotrade untuk memantau saham AS yang sedang kamu pelajari lalu membaca pertumbuhan pendapatan bersama struktur biaya, margin, dan profitabilitas perusahaan.

Buka akun Gotrade dan mulai pantau saham AS yang ingin kamu analisis.

Referensi

OpenStax. “Principles of Accounting, Volume 2: Managerial Accounting, Contribution Margin.”

OpenStax. “Calculate a Break-Even Point in Units and Dollars.”

Gahlon, J. M., “Operating Leverage as a Determinant of Systematic Risk.”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku