Saham Google (GOOGL) Turun 1,1%, Ini Sentimennya (27 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Google (GOOGL) Turun 1,1%, Ini Sentimennya (27 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Google (GOOGL) turun 1,06% ke $316,80 pada sesi Senin, 26 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite naik 0,82%.
  • GuruFocus mengaitkan pelemahan ini dengan sikap investor menjelang laporan kinerja kuartal III 2026 Alphabet, yang menurut Motley Fool dirilis pada 28 Oktober 2026.
  • Menurut Motley Fool, investor menyoroti panduan belanja modal 2026 sebesar $195 miliar hingga $205 miliar dan arus kas bebas yang negatif.

Gotrade News - Saham Google (GOOGL) ditutup di $316,80 pada Senin, 26 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York, atau Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB, melemah 1,06% atau $3,41 dari penutupan sebelumnya. Saham Google turun saat Wall Street menguat, dan GuruFocus mengaitkan pelemahan ini dengan sikap investor menjelang laporan kinerja kuartal III 2026 Alphabet.

Data Perdagangan Saham GOOGL

DataNilai
Harga penutupan$316,80
Perubahan-$3,41 (-1,06%)
Penutupan sebelumnya$320,21
Harga pembukaan$320,89
Rentang harian$316,60 hingga $321,48
Volume24,0 juta saham
Rata-rata volume 30 hari25,3 juta saham
Rentang 52 minggu$264,28 hingga $408,61
Setara dalam rupiahsekitar Rp 5.728.000 per saham (kurs Rp 18.081 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 26 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 27 Oktober 2025. Kurs Rp 18.081 per dolar AS: Yahoo Finance, 26 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga GOOGL terkini di halaman harga saham Google (GOOGL) hari ini.

Baca juga: Baker Hughes Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $8,0 Miliar

Pergerakan Saham GOOGL Sepanjang Sesi

GOOGL dibuka di $320,89, sedikit di atas penutupan sebelumnya, lalu bergerak di rentang $316,60 hingga $321,48. Tekanan jual bertahan sampai akhir sesi: saham ditutup hanya $0,20 di atas level terendah harian.

Volume perdagangan mencapai 24,0 juta saham, 5,15% di bawah rata-rata 25,3 juta saham, sehingga pelemahan ini tidak disertai lonjakan aktivitas.

Arah GOOGL berlawanan dengan pasar. Nasdaq Composite naik 0,82% ke 26.169,38, S&P 500 naik 0,70% ke 7.676,77, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,28% ke 52.361,58, sehingga GOOGL tertinggal 1,88 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup di 4,99%, turun 0,2 basis poin.

Baca juga: FirstEnergy Rilis Laba Kuartal III 2026, Core EPS $0,98

Di antara saham teknologi besar, Meta Platforms (META) ikut turun 1,88%, sementara Microsoft (MSFT) naik 1,54% dan Amazon (AMZN) naik 0,44%. GOOGL kini berada 22,47% di bawah level tertinggi 52 minggu di $408,61 dan 19,87% di atas level terendah 52 minggu di $264,28.

Kenapa Saham Google Turun?

Sumber yang dirujuk artikel ini tidak menyebut pengumuman atau pemicu khusus dari Alphabet di balik penurunan pada Senin. Menurut GuruFocus, saham Alphabet sudah bergerak lebih rendah sejak pagi saat investor bersiap menghadapi laporan kinerja, dengan pertanyaan utama apakah lonjakan belanja AI bisa menghasilkan laba yang lebih kuat. GuruFocus juga menulis bahwa pertumbuhan cloud sudah menetapkan standar tinggi, sehingga lonjakan pendapatan saja mungkin belum cukup dan margin cloud perlu bertahan.

Dilansir dari Motley Fool, Alphabet dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal III 2026 pada 28 Oktober 2026 setelah pasar tutup. Pada rilis 22 Juli lalu, pendapatan kuartal II naik 24% menjadi $119,8 miliar, tetapi saham turun 7,1% sehari kemudian. Motley Fool mencatat laporan itu juga memuat kenaikan panduan belanja modal 2026 menjadi $195 miliar hingga $205 miliar serta arus kas bebas negatif pertama sejak IPO 2004, yang membuat investor khawatir.

Melansir Yahoo Finance, analis D.A. Davidson Gil Luria memperkirakan investor akan menyoroti pertumbuhan Google Cloud yang didorong Anthropic. Luria juga memperkirakan Google akan memaparkan rencana untuk kembali memimpin di pasar AI.

Analisis Saham GOOGL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut GuruFocus, pendapatan Google Cloud naik 82% menjadi $24,8 miliar pada kuartal II 2026, dengan laba operasional $8,8 miliar.
  • Luria menilai Google sudah menjalankan sebagian penggalangan dana dan sudah memberi sinyal kenaikan belanja modal yang signifikan untuk tahun depan, sehingga kekhawatiran itu mungkin sudah berlalu.
  • Luria juga mencatat Larry Page dan Sergey Brin pindah dari California sebelum batas 1 Januari 2026 untuk usulan pajak miliarder di negara bagian itu, sehingga menurutnya keduanya mungkin tidak perlu menjual saham mereka.

Risiko

  • Menurut Motley Fool, CFO Anat Ashkenazi menyebut arus kas bebas akan tetap berada di bawah tekanan seiring besarnya belanja AI.
  • Reaksi saham setelah laporan kinerja sulit ditebak: Motley Fool mencatat dalam 16 kuartal terakhir saham ditutup naik tujuh kali dan turun sembilan kali, dengan pergerakan rata-rata 5,2% ke arah mana pun.
  • Luria menilai Google berada di urutan kedua untuk layanan chat di belakang ChatGPT dan ketiga di segmen enterprise di belakang Anthropic dan OpenAI.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku