Urutan level dari harga terbaik hingga ke level berikutnya
Order beli berada di sisi bid sedangkan order jual berada di sisi ask. Yang perlu kamu perhatikan bukanlah hanya harga terbaik tetapi juga jumlah saham yang tersedia pada beberapa level setelahnya.
Menurut nasdaq market depth data menampilkan order beli dan jual yang masih aktif beserta dengan jumlah saham pada berbagai tingkatan harga. Karena statusnya masih outstanding, order tersebut belum tentu menjadi transaksi dan masih bisa berubah atau dibatalkan.
Contoh Harga Terbaik ke Level Berikutnya dalam Order Book
Perhatikan contoh order book berikut ini:
Bid Size | Bid | Ask | Ask Size |
300 | US$19,95 | US$20,00 | 100 |
500 | US$19,90 | US$20,05 | 150 |
800 | US$19,85 | US$20,10 | 500 |
Harga jual terbaik memang berada di harga US$20,00 tetapi hanya tersedia 100 saham pada level tersebut.
Jika kamu membeli 50 saham maka jumlahnya masih mencukupi sehingga seluruh order mungkin akan terisi di harga US$20,00. Jika kondisi pasar tidak terjadi perubahan.
Situasinya berbeda jika kamu ingin membeli sebanyak 500 saham.
Setelah 100 saham di harga US$20,00 habis. Maka ordermu akan mengambil 150 saham di harga US$20,05 dan 250 saham berikutnya di harga US$20,10.
Maka dari itu perhitungannya menjadi:
100 saham × US$20,00 = US$2.000
150 saham × US$20,05 = US$3.007,50
250 saham × US$20,10 = US$5.025
Total nilai transaksi mencapai US$10.032,50. Jika dibagi 500 saham, rata-rata harga eksekusinya menjadi sekitar US$20,07 per saham.
Jadi, harga terbaik belum tentu berlaku untuk seluruh order.
Kamu juga perlu melihat jumlah saham yang tersedia pada level tersebut dan harga berikutnya di dalam order book.
Bagaimana Market Buy Dieksekusi di Order Book?
Menggunakan contoh order book sebelumnya, market buy untuk 500 saham tidak seluruhnya akan mendapat harga US$20,00.
Order akan mengambil saham yang tersedia dari harga jual terendah lalu bergerak ke level berikutnya sampai jumlahnya terpenuhi:
100 saham di US$20,00
150 saham di US$20,05
250 saham di US$20,10
Total nilai transaksinya menjadi:
(100 × US$20,00) + (150 × US$20,05) + (250 × US$20,10) = US$10.032,50
Kemudian total tersebut akan dibagi dengan 500 saham, menjadi:
US$10.032,50 ÷ 500 = US$20,065
Jika harga rata-rata pembelian kamu berada di sekitar US$20,07 per saham. Transaksi pertama memang terjadi di US$20,00, tetapi jumlah yang tersedia pada harga tersebut tidak cukup untuk memenuhi seluruh order kamu.
Selisih antara harga yang terlihat saat order dibuat dan harga rata-rata setelah eksekusi ini disebut dengan slippage.
Menurut Investor.gov, market order dirancang untuk segera membeli atau menjual tetapi tidak menjamin harga eksekusi berada di harga tertentu.
Harga terbaik hanya memperlihatkan lapisan paling atas dari order book. Sementara, market depth menunjukkan berapa banyak saham yang tersedia di beberapa level harga berikutnya.
Perhatikan dan bandingkanlah dua contoh berikut ini:
Order Book A
Ask | Size |
US$30,00 | 1.000 |
US$30,01 | 2.000 |
US$30,02 | 3.000 |
Order Book B
Ask | Size |
US$30,00 | 50 |
US$30,15 | 100 |
US$30,40 | 200 |
Kedua order book ini memiliki harga jual terbaik di angka US$30,00. Tetapi, hasil pembelian 500 saham bisa memiliki hasil yang sangat berbeda.
Pada Order Book A jumlah saham di harga pertama sudah cukup untuk memenuhi seluruh order.
Sedangkan pada Order Book B hanya 50 saham tersedia di angka US$30,00.
Sisa order masih harus mengambil saham pada harga yang lebih tinggi atau bisa saja tiga level tersebut masih belum cukup untuk memenuhi slot 500 saham.
Jadi harga terbaik saja belum tentu memberikan gambaran yang lengkap.
Kamu juga perlu melihat jumlah saham di setiap level terutama jika ukuran order cukup besar dibandingkan dengan likuiditas yang telah tersedia.
Kapan Partial Fill Terjadi?
Partial fill bisa terjadi ketika order kamu hanya terisi sebagian karena jumlah saham yang tersedia pada harga yang kamu tentukan belum mencukupi.
Misalnya, kamu memasang limit buy sebanyak 1.000 saham di harga US$15. Tetapi, hanya ada 300 saham yang ditawarkan pada harga tersebut.
Hasilnya hanya akan terisi 300 saham dan 700 saham sisanya masih akan tetap menunggu.
Sisa order ini tidak akan membeli saham di atas harga US$15 karena kamu telah menetapkan batasan harga sebelumnya.
Order tersebut bisa terisi nanti jika muncul penjual baru atau tetap menunggu sampai sesi berakhir, kedaluwarsa sesuai masa berlakunya dan dibatalkan.
Artinya partial fill bukanlah sistem yang sedang bermasalah.Kondisi ini hanya menunjukkan bahwa jumlah saham yang tersedia pada harga yang sesuai belum cukup untuk memenuhi seluruh order yang telah ditetapkan.
Periksa Hasil Eksekusi dan Kedalaman Data Pada Order Book
Jangan selalu melihat harga pertama, last price atau harga terbaik sebelum transaksi.
Periksa juga beberapa hal penting seperti jumlah saham yang telah terisi, harga pada setiap bagian eksekusi, average execution price, sisa order, serta statusnya apakah filled, partially filled, open, atau canceled.
Pada order kecil di saham yang aktif diperdagangkan, harga pertama dan harga rata-ratanya mungkin hampir sama.
Selisihnya bisa lebih terasa ketika ukuran order besar atau market depth saham tersebut tipis.
Karena itu, average execution price lebih menggambarkan harga yang benar-benar kamu dapatkan. Kelengkapan informasi ini bergantung pada jenis data yang telah disediakan oleh platform.
Perhatikan beberapa level informasi data yang biasa disediakan oleh platform berikut ini:
Level I
Pada Level I biasanya akan menampilkan last price, best bid, best ask, ukuran pada harga terbaik dan juga volume. Data ini hanya menunjukkan kondisi pada bagian teratas pasar.
Level II
Level II akan memperlihatkan lebih banyak quote dan level harga dari sejumlah partisipan pasar. Detailnya dapat berbeda tergantung bursa, penyedia data dan juga platform.
Full Depth
Pada Full depth-of-book akan menampilkan data order yang lebih mendalam pada berbagai level harga di suatu order book.
Meskipun datanya lengkap biasanya data ini belum tentu mencakup seluruh likuiditas yang tersedia di semua tempat perdagangan.
Apa yang Tidak Terlihat di Order Book?
Pasar saham AS berjalan melalui banyak tempat perdagangan. Mulai dari bursa, market maker hingga electronic communication network.
Karena itu, order book yang kamu lihat pada satu platform belum tentu memuat seluruh minat beli dan jual yang ada di pasar.
Sebagian order bisa berada di tempat lain, hanya ditampilkan sebagian, berubah dalam hitungan detik atau baru muncul saat harga tertentu tercapai.
Maka dari itu anggap market depth sebagai potret kondisi yang terjadi saat itu bukannya sebagai gambaran pasar yang lengkap dan permanen.
Kamu juga perlu untuk membedakan order book dengan transaksi yang sudah terjadi:
Informasi | Yang Ditampilkan |
Order book | Order beli dan jual yang masih menunggu |
Time and sales | Transaksi yang sudah selesai |
Volume | Jumlah saham yang telah diperdagangkan |
Average execution price | Harga rata-rata dari order yang sudah dieksekusi |
Last price | Harga transaksi terakhir |
Kapan Order Book Berguna dan Kapan Perlu Diwaspadai?
Order book paling berguna untuk membantu kamu memahami proses eksekusi.
Dari sini, kamu bisa membandingkan ukuran order dengan saham yang tersedia, memperkirakan risiko slippage, melihat kemungkinan partial fill dan memeriksa berapa banyak order yang masih terbuka setelah transaksi dikirim.
Order 10 saham tentu saja berbeda dengan order 10.000 saham.
Semakin tipis jumlah saham pada setiap level dan semakin lebarnya jarak antar harga maka semakin besar kemungkinan harga rata-rata eksekusi berbeda dari harga pertama yang kamu lihat.
Meski begitu, informasi dalam order book bisa berubah dengan cepat ketika:
Data yang terlambat atau hanya berasal dari satu venue juga belum tentu bisa untuk menggambarkan seluruh likuiditas pasar.
Order book tidak bisa memberi tahu apakah perusahaan menghasilkan laba, valuasinya murah, atau harga saham akan naik dalam beberapa bulan.
Gunakanlah order book untuk membaca likuiditas dan memperkirakan eksekusi bukannya untuk menilai kualitas bisnis atau memprediksi arah harga.
Simulasikan Order sebelum Dikirim
Gunakan simulator berikut ini untuk melihat bagaimana ukuran order dapat memengaruhi harga eksekusi, jumlah saham yang terisi, dan level harga yang mungkin tersentuh:
Order Book Membantu Kamu Memahami Proses Eksekusi
Order book adalah daftar order beli dan jual yang masih menunggu pada beberapa level harga.
Data ini pada order book membantu menjelaskan kenapa satu order bisa terisi pada beberapa harga, kenapa hanya sebagian jumlah yang berhasil dieksekusi dan kenapa average execution price berbeda dari harga pertama yang terlihat.
Namun, order book bukanlah alat untuk memastikan arah pasar.
Antrean besar bisa berubah, depth dapat menghilang setelah berita dan tampilan yang kamu lihat juga belum tentu mencakup seluruh likuiditas.
Gunakan order book untuk memahami proses eksekusi bukan sebagai sinyal tunggal untuk mengambil posisi.
Kamu bisa memeriksa detail order dan hasil eksekusi saham AS melalui Gotrade sebelum menilai apakah transaksinya sudah sesuai dengan rencanamu.
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan. Likuiditas dapat berubah dan hasil eksekusi bisa berbeda dari perkiraan. Materi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.