Jelang Laba Microsoft dan The Fed, Futures Saham AS Naik

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Jelang Laba Microsoft dan The Fed, Futures Saham AS Naik

Ringkasan

  • Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,13% ke 7.669 pada Minggu (25/10) malam waktu AS, menurut Investing.com, setelah S&P 500 dan Nasdaq melemah dua pekan beruntun akibat aksi jual saham teknologi.
  • The Fed diperkirakan menahan suku bunga acuan di 3,75%-4% pada rapat FOMC 27-28 Oktober, namun pasar mewaspadai sinyal kenaikan pada Desember.
  • Laporan keuangan Microsoft (MSFT) dan Alphabet pada Rabu (28/10), lalu Amazon pada Kamis (29/10), menjadi ujian bagi belanja AI.

Gotrade News - Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,13% ke 7.669 pada Minggu (25/10) malam waktu AS, menurut Investing.com, setelah S&P 500 dan Nasdaq melemah dua pekan beruntun akibat aksi jual saham teknologi. Investor kini menanti keputusan The Fed dan laporan keuangan Microsoft (MSFT), Alphabet (GOOGL), serta Amazon (AMZN).

Melansir Investing.com, kontrak berjangka Dow Jones naik 0,12% ke 52.455, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat 0,1% ke 29.151,50. Pelemahan dua pekan terakhir terutama dipicu aksi jual saham teknologi dan AI di tengah kekhawatiran soal valuasi. Dilansir Reuters melalui The Express Tribune, Nasdaq Composite ditutup turun tipis pada Jumat (23/10), sehari setelah mencatat penurunan harian terbesar sejak Juni, sementara laporan keuangan Meta dan Lam Research mengecewakan investor.

Rapat dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) berlangsung pada 27-28 Oktober, menurut kalender resmi Federal Reserve. Dilansir Stocktwits, The Fed secara luas diperkirakan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4%, dengan alat CME FedWatch menunjukkan peluang 90% suku bunga tidak berubah.

Baca juga: Saham Grab Naik 1,1% ke $2,75 (29 Oktober 2026)

Keputusan itu akan menyusul kenaikan pada September, yang menurut Reuters merupakan kenaikan pertama sejak 2023. Berdasarkan pernyataan resmi FOMC tanggal 17 Juni, 29 Juli, dan 16 September 2026, berikut jalur suku bunga acuan dalam tiga keputusan terakhir:

Tanggal keputusanKeputusanKisaran suku bunga acuanHasil voting
17 Juni 2026Ditahan3,50%-3,75%12-0
29 Juli 2026Ditahan3,50%-3,75%9-3 (Beth M. Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie K. Logan memilih kenaikan 25 basis poin)
16 September 2026Naik 25 basis poin3,75%-4,00%12-0

Dalam pernyataan 16 September, FOMC menilai inflasi masih tinggi.

Data Pasar QQQ, MSFT, GOOGL dan AMZN

KodeHarga penutupanPerubahan harian
QQQ$704,40-0,01%
MSFT$524,51+0,66%
GOOGL$320,21-1,24%
AMZN$248,00-0,95%

Data penutupan sesi reguler 23 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.

Baca juga: Laba Astra (ASII) Turun 12% hingga Kuartal III-2026

Dampak Arah Suku Bunga The Fed ke Saham Teknologi AS

Menurut Investing.com, pasar mewaspadai sinyal hawkish karena inflasi AS yang sulit turun masih jauh di atas target 2% The Fed, sementara ekspektasi kenaikan 25 basis poin pada Desember meningkat cepat dalam beberapa pekan terakhir. Reuters melaporkan kontrak berjangka fed funds, berdasarkan data LSEG per Jumat malam, mencerminkan peluang kenaikan pada rapat pekan ini di bawah 10%, tetapi sekitar 80% untuk rapat Desember.

Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) dan naiknya biaya energi akibat konflik di Timur Tengah juga menjadi hambatan bagi pasar, menurut Reuters. Walter Todd, chief investment officer Greenwood Capital, dikutip Reuters, mengatakan ia akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk soal langkah Desember.

Dilansir Stocktwits, Invesco QQQ Trust (QQQ), ETF yang mengikuti indeks Nasdaq 100, naik 0,07% pada perdagangan setelah jam bursa Jumat.

Laba Microsoft, Alphabet dan Amazon Uji Reli Saham AI

Alphabet dan Microsoft dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu, disusul Amazon pada Kamis, menurut Investing.com. Investor mencermati potensi tergerusnya margin akibat belanja infrastruktur AI yang besar, apakah belanja tersebut menghasilkan imbal hasil yang memadai, serta potensi krisis utang di kalangan penyedia layanan cloud.

Menurut data yang dihimpun Stocktwits, berikut jadwal dan estimasi konsensus ketiga perusahaan tersebut (estimasi Alphabet bersumber dari Fiscal.ai):

PerusahaanJadwal laporan (waktu AS)Estimasi EPSEstimasi pendapatan
Alphabet (GOOGL)Rabu (28/10), setelah penutupan pasarUS$3US$127,83 miliar
Microsoft (MSFT)Rabu (28/10), setelah penutupan pasarUS$4,72US$90,75 miliar
Amazon (AMZN)Kamis (29/10)US$1,96US$202,2 miliar

Dilansir Reuters, belanja modal para penyedia cloud raksasa (hyperscaler) diperkirakan mencapai sekitar US$800 miliar tahun ini. "Laba sangat penting bagi tingkat kepercayaan keseluruhan terhadap perdagangan AI," kata Kevin Mahn, presiden dan chief investment officer Hennion & Walsh Asset Management, dikutip Reuters.

Kapan Jadwal FOMC Berikutnya?

Rapat FOMC berikutnya berlangsung pada 27-28 Oktober 2026, dengan keputusan diumumkan Rabu (28/10) waktu AS dan disusul konferensi pers Kevin Warsh, menurut kalender resmi Federal Reserve dan Investing.com. Setelah itu, kalender The Fed menjadwalkan rapat terakhir tahun ini pada 8-9 Desember.

Pada Kamis (29/10), pasar juga menanti data inflasi PCE September, menurut Stocktwits.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku