1 Lot Saham Berapa Lembar? Contoh, Simulasi, dan Cara Beli

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

1 Lot Saham Berapa Lembar? Contoh, Simulasi, dan Cara Beli

Ketika baru mempelajari investasi saham, kamu mungkin bertanya, “Sebenarnya, 1 lot saham itu berapa lembar?” Jawaban ini penting karena transaksi saham Indonesia umumnya dilakukan dalam satuan lot, bukan satu lembar. Jumlah lot yang dibeli akan menentukan nilai transaksi dan dana yang perlu tersedia di rekening efek.

1 Lot Saham Berapa Lembar?

1 lot saham berapa lembar

Di Bursa Efek Indonesia atau BEI, 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham. Otoritas Jasa Keuangan juga menggunakan ketentuan tersebut dalam materi edukasi investornya.

Ketentuan 100 lembar per lot berlaku efektif sejak 6 Januari 2014. Sebelumnya, satu lot terdiri dari 500 lembar saham. Perubahan tersebut membuat nilai minimum transaksi menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Namun, perlu dibedakan antara jumlah saham dalam satu lot dan harga satu lot:

  • Jumlah saham dalam 1 lot selalu 100 lembar.

  • Harga 1 lot berubah mengikuti harga saham per lembar.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu
  • Harga saham dapat bergerak selama perdagangan berlangsung.

  • Baca juga: Apa Itu Lot? Pengertian, Cara Hitung & Bedanya pada Saham, Forex, dan Options

    Rumus Menghitung Harga 1 Lot Saham

    Cara menghitungnya cukup sederhana:

    Harga 1 lot = Harga saham per lembar × 100

    Sebagai contoh, saham A diperdagangkan pada harga Rp5.000 per lembar.

    Rp5.000 × 100 lembar = Rp500.000

    Artinya, nilai pembelian 1 lot saham A adalah Rp500.000, belum termasuk biaya transaksi yang dikenakan perusahaan sekuritas.

    Jika kamu membeli 3 lot saham yang sama:

    Rp5.000 × 100 lembar × 3 lot = Rp1.500.000

    Jumlah saham yang kamu miliki adalah:

    3 lot × 100 lembar = 300 lembar saham

    Simulasi Harga 1 Lot Saham

    Berikut beberapa contoh untuk mempermudah perhitungan:

    Harga per Lembar

    Jumlah Saham

    Nilai 1 Lot

    Rp500

    100 lembar

    Rp50.000

    Rp1.000

    100 lembar

    Rp100.000

    Rp2.500

    100 lembar

    Rp250.000

    Rp5.000

    100 lembar

    Rp500.000

    Rp9.500

    100 lembar

    Rp950.000

    Rp20.000

    100 lembar

    Rp2.000.000

    Angka tersebut hanya merupakan simulasi. Harga saham sebenarnya dapat berubah setiap saat selama jam perdagangan.

    Apakah Modal yang Dibutuhkan Hanya Seharga 1 Lot?

    Tidak selalu. Investor sebaiknya menyediakan dana sedikit lebih besar daripada nilai saham yang ingin dibeli.

    Dana yang perlu diperhitungkan meliputi:

    • Nilai pembelian saham: Dihitung dari harga saham dikalikan 100 lembar dan jumlah lot.

    • Biaya transaksi sekuritas: Perusahaan sekuritas umumnya mengenakan biaya pembelian dan penjualan. Besarnya dapat berbeda pada setiap platform.

    • Perubahan harga saat order diproses: Harga saham dapat bergerak sebelum order berhasil dipertemukan, terutama jika kamu menggunakan jenis order yang mengikuti harga pasar.

    • Pajak dan biaya terkait transaksi: Penjualan saham dapat dikenakan pajak dan biaya lain sesuai ketentuan yang berlaku. Detailnya dapat diperiksa pada halaman biaya perusahaan sekuritas yang kamu gunakan.

    Sebagai contoh, jika nilai pembelian saham adalah Rp500.000, total dana yang terpotong dapat sedikit lebih tinggi setelah biaya pembelian diperhitungkan.

    Mengapa Harga 1 Lot Setiap Saham Berbeda?

    Harga 1 lot berbeda karena harga per lembar setiap saham juga berbeda. Harga saham terbentuk melalui permintaan dan penawaran di pasar, tetapi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:

    • Kinerja dan prospek bisnis perusahaan

    • Pertumbuhan pendapatan dan laba

    • Kondisi industri

    • Perubahan suku bunga dan ekonomi

    • Sentimen investor

    • Jumlah saham yang beredar

    • Aksi korporasi seperti stock split atau rights issue

    • Likuiditas perdagangan

    Namun, harga per lembar tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan apakah sebuah saham murah atau mahal.

    Saham seharga Rp500 per lembar belum tentu lebih murah daripada saham seharga Rp10.000 per lembar. Perbandingan tersebut harus mempertimbangkan jumlah saham beredar, kapitalisasi pasar, laba perusahaan, utang, cash flow, serta rasio valuasi seperti price-to-earnings ratio atau price-to-book value.

    Sebagai ilustrasi, perusahaan dapat melakukan stock split sehingga harga per lembarnya turun, tetapi nilai keseluruhan perusahaan tidak langsung berubah. Karena itu, harga nominal per lembar sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan investasi.

    Apakah Saham Blue Chip Selalu Lebih Aman?

    Istilah saham blue chip biasanya digunakan untuk perusahaan besar yang memiliki bisnis mapan, kapitalisasi pasar besar, dan riwayat operasional yang panjang.

    Meski demikian, status blue chip tidak menjamin harga saham akan selalu naik atau perusahaan tidak akan mengalami masalah. Saham perusahaan besar tetap dapat turun akibat:

    • Kinerja keuangan yang memburuk

    • Valuasi yang terlalu tinggi

    • Perubahan regulasi

    • Persaingan industri

    • Kondisi ekonomi

    • Keputusan manajemen

    • Perubahan sentimen pasar

    Sebaliknya, saham dengan harga per lembar rendah juga tidak otomatis buruk. Penilaiannya tetap perlu didasarkan pada kualitas bisnis, kesehatan keuangan, valuasi, dan risiko perusahaan.

    Cara Membeli 1 Lot Saham

    Berikut gambaran umum proses membeli saham melalui aplikasi perusahaan sekuritas:

    1. Buka rekening efek

    Gunakan perusahaan sekuritas yang memiliki izin dan periksa informasi legalitasnya melalui sumber resmi. Pahami juga struktur biaya, ketentuan transaksi, dan fitur aplikasi sebelum menyetorkan dana.

    2. Cari kode saham

    Setiap perusahaan tercatat memiliki kode saham. Pastikan kode yang dipilih sesuai dengan perusahaan yang ingin kamu pelajari. Kesalahan memilih kode saham dapat membuat kamu membeli perusahaan yang berbeda.

    3. Periksa informasi saham

    Sebelum memasukkan order, periksa setidaknya:

    • Harga terakhir

    • Pergerakan harga

    • Volume transaksi

    • Bid dan offer

    • Laporan keuangan

    • Berita atau keterbukaan informasi terbaru

    Informasi tersebut tidak menjamin hasil investasi, tetapi dapat membantu kamu memahami kondisi saham sebelum mengambil keputusan.

    4. Baca order book

    Order book menampilkan antrean permintaan beli dan penawaran jual.

    • Bid menunjukkan antrean harga yang diajukan pembeli.

    • Offer atau ask menunjukkan antrean harga yang ditawarkan penjual.

    Harga pada order book dapat berubah dengan cepat. Banyaknya antrean juga tidak menjamin seluruh order akan bertahan atau berhasil diperdagangkan.

    5. Pilih jenis order

    Jenis order yang tersedia dapat berbeda pada setiap aplikasi sekuritas. Limit order memungkinkan kamu menentukan harga maksimum yang bersedia dibayar. Order hanya akan terproses jika terdapat penjual pada harga tersebut atau lebih rendah. Jika tidak ada harga yang cocok, order dapat tetap mengantre atau kedaluwarsa sesuai masa berlaku yang dipilih.

    Market order, jika tersedia, mengutamakan kecepatan eksekusi pada harga terbaik yang tersedia. Namun, harga transaksi akhirnya dapat berbeda dari harga terakhir yang terlihat, terutama pada saham yang kurang likuid atau ketika pasar bergerak cepat.

    Bagi investor yang ingin memiliki kendali lebih besar atas harga, limit order dapat membantu membatasi harga maksimum pembelian. Meski demikian, order belum tentu berhasil dipenuhi.

    Baca juga: Limit Order vs Market Order: Perbedaan, Cara Kerja, dan Contohnya

    6. Masukkan jumlah lot

    Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli. Jika kamu membeli 1 lot, jumlahnya adalah 100 lembar. Jika membeli 5 lot, jumlahnya adalah 500 lembar.

    7. Periksa kembali order

    Sebelum mengonfirmasi, cek kembali:

    • Kode saham

    • Harga order

    • Jumlah lot

    • Estimasi nilai transaksi

    • Biaya transaksi

    • Masa berlaku order

    8. Pantau status order

    Order dapat memiliki beberapa status, seperti:

    • Berhasil seluruhnya

    • Berhasil sebagian

    • Masih mengantre

    • Ditolak

    • Dibatalkan

    • Kedaluwarsa

    Order yang sudah dimasukkan tidak selalu langsung berhasil karena harus bertemu dengan order dari pihak lain pada harga yang sesuai.

    Tips Membeli Saham bagi Pemula

    Berikut adalah beberapa tips penting untuk membeli saham bagi pemula.

    1. Gunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat

    Harga saham dapat turun dan waktu pemulihannya tidak dapat dipastikan. Hindari menggunakan dana darurat, dana kebutuhan sehari-hari, atau uang untuk kewajiban jangka pendek.

    2. Tentukan batas dana sejak awal

    Mulai dengan nominal yang masih dapat kamu toleransi jika nilainya turun. Tujuan awalnya bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi memahami proses transaksi dan karakter pergerakan saham.

    3. Pelajari bisnis di balik saham

    Sebelum membeli, pahami:

    • Produk atau layanan perusahaan

    • Sumber pendapatan

    • Pertumbuhan penjualan dan laba

    • Utang dan arus kas

    • Posisi perusahaan dalam industrinya

    • Risiko utama bisnis

    • Valuasi saham

    Harga yang turun tidak selalu berarti saham menjadi menarik. Penurunan dapat terjadi karena masalah fundamental yang nyata.

    4. Perhatikan likuiditas

    Likuiditas menunjukkan seberapa aktif saham diperdagangkan. Saham dengan volume rendah dan selisih bid-offer yang lebar dapat lebih sulit dibeli atau dijual pada harga yang diinginkan.

    5. Hindari keputusan karena FOMO

    Saham yang sedang ramai dibicarakan belum tentu sesuai dengan tujuan dan profil risikomu. Periksa sumber informasi dan hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan unggahan media sosial, rumor, atau rekomendasi tanpa analisis.

    6. Lakukan diversifikasi secara bertahap

    Diversifikasi dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu perusahaan. Namun, membeli banyak saham tanpa memahami bisnisnya bukan berarti risiko otomatis terkendali.

    Jumlah dan jenis aset perlu disesuaikan dengan modal, tujuan, jangka waktu, dan kemampuan memantau investasi.

    7. Gunakan DCA dengan pemahaman yang tepat

    Dollar Cost Averaging atau DCA adalah strategi menginvestasikan nominal tertentu secara rutin, misalnya setiap bulan.

    Strategi ini dapat mengurangi kebutuhan untuk menebak waktu pembelian yang paling tepat, tetapi tidak menjamin keuntungan dan tidak mencegah kerugian. Jika fundamental perusahaan terus memburuk, membeli secara rutin justru dapat menambah eksposur pada investasi yang bermasalah.

    Karena itu, evaluasi terhadap bisnis dan alasan kepemilikan tetap perlu dilakukan.

    Alternatif untuk Modal Kecil: Fractional Shares

    Dalam transaksi saham di pasar reguler Indonesia, pembelian dilakukan menggunakan satuan lot. Pada pasar saham AS, beberapa broker menyediakan fitur fractional shares, yaitu kepemilikan kurang dari satu lembar saham.

    Investor.gov mendefinisikan fractional share sebagai kepemilikan atas sebagian dari satu lembar saham atau efek lainnya.

    Sebagai ilustrasi, jika sebuah saham memiliki harga US$800 per lembar dan kamu mengalokasikan US$10, jumlah saham yang diperoleh secara teoritis adalah:

    US$10 ÷ US$800 = 0,0125 saham

    Jumlah akhirnya dapat berbeda karena mengikuti harga eksekusi, ketentuan platform, dan biaya yang berlaku.

    Fractional shares membuat nilai awal investasi menjadi lebih fleksibel. Namun, kepemilikan pecahan saham tetap memiliki risiko yang sama terhadap perubahan harga perusahaan.

    Investor juga perlu memeriksa beberapa hal berikut:

    • Saham apa saja yang mendukung pembelian fraksional

    • Minimum transaksi

    • Cara pembagian dividen

    • Ketentuan hak suara

    • Waktu dan metode eksekusi order

    • Apakah fractional shares dapat dipindahkan ke platform lain

    • Biaya dan selisih harga transaksi

    • Perlakuan ketika terjadi aksi korporasi

    Ketentuan fractional shares dapat berbeda antara satu penyedia dan penyedia lainnya. Investor.gov mengingatkan bahwa mekanisme eksekusi, transfer, likuiditas, dan hak pemegang fractional shares mungkin tidak sama dengan kepemilikan satu saham penuh.

    Mulai dari Lot atau Fractional Shares?

    Tidak ada pilihan yang otomatis lebih baik untuk semua orang.

    Lot saham Indonesia dapat dipertimbangkan jika kamu ingin mempelajari perusahaan yang tercatat di BEI dan memiliki dana yang cukup untuk nilai minimum transaksinya.

    Fractional shares dapat membantu jika kamu ingin mempelajari saham AS tanpa harus menyediakan dana untuk satu lembar penuh. Namun, kemudahan membeli dengan nominal kecil tidak menghilangkan risiko penurunan harga, kerugian nilai tukar, maupun risiko perusahaan.

    Unduh Gotrade sekarang, dan kamu dapat memantau ratusan saham AS dan mengakses saham secara fraksional mulai dari US$1. Sebelum bertransaksi, pelajari karakteristik produk, biaya, risiko pasar, dan ketentuan yang berlaku.

    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

    Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


    Atalya Wian
    Ditulis oleh
    Atalya Wian
    Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
    Baca lebih lanjut
    Hendrie Saputra
    Ditinjau oleh
    Hendrie Saputra
    Expert Reviewer
    Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
    Baca lebih lanjut
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade