Apa Itu Total Value Locked (TVL)? Rumus dan Contoh Perhitungannya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Total Value Locked (TVL)? Rumus dan Contoh Perhitungannya

Ringkasan

  • Total value menunjukkan nilai keseluruhan aset atau transaksi.
  • Nilai portofolio berubah mengikuti harga saham dan kurs.
  • Dalam perdagangan saham, value berarti nilai transaksi, sedangkan volume dan frekuensi menunjukkan jumlah saham dan transaksi.
  • Dalam kripto, TVL mengukur nilai aset yang terkunci dalam protokol DeFi.

Apakah kamu pernah melihat angka Total Value di sebuah aplikasi investasi, lalu kamu bertanya-tanya soal apa artinya? Apakah angka itu memperlihatkan sebuah modal, nilai aset atau malah soal keuntungan yang kamu dapatkan?

Arti dari total value sebenarnya tergantung pada konteks, bisa saja dari portofolio investasi, transaksi pembelian saham hingga aset kripto. Yuk, simak pembahasan lebih lengkapnya dibawah ini supaya kamu bisa membaca dan memahami angka investasi dengan lebih akurat.

Apa Itu Total Value?

Total value adalah nilai keseluruhan dari aset atau transaksi, yang dihitung sesuai jumlah unit dikalikan dengan harga per unitnya. Dalam dunia investasi, istilah ini sering mengacu pada portofolio saham, nilai transaksi di pasar sampai Total Value Locked (TVL) pada dunia kripto dan DeFi. aset atau transaksi yang umumnya dihitung berdasarkan jumlah unit dikalikan harga per unit.

Baca juga: Obligasi Pemerintah: Jenis, Cara Kerja, dan Risikonya

Tapi total value tidak selalu, menunjukkan sebuah modal atau keuntungan dari investasi. Perhitungannya juga bergantung sesuai konteks, seperti nilai portofolio saham memakai harga pasar saat ini, lalu value saham memperlihatkan nilai transaksi dan TVL mengukur nilai aset dalam protokol DeFi.

Total Value di Portofolio Investasi: Nilai Asetmu Saat Ini

Dalam aplikasi investasi, Total Value biasanya memperlihatkan nilai posisi investasi aset yang dimiliki sekarang, bukan cuma besaran uang yang sudah kamu setorkan.

Laporan akun investasi bisa mencakup nilai akun, posisi aset, saldo hingga informasi mengenai keuntungan atau kerugian yang belum ada. Menurut FINRA, acuan membaca laporan akun investasi, para investor butuh mengerti informasi pada laporan akun supaya bisa mengetahui kondisi kepemilikan serta nilai pada investasinya.

Baca juga: 7 Contoh Investasi Jangka Pendek dan Cara Memilihnya

Namun, setiap aplikasi bisa memiliki cara penyajian berbeda. Ada yang memasukkan saldo kas ke dalam total nilai portofolio, sementara yang lain menampilkan nilai aset dan saldo kas secara terpisah. Karena itu, periksa definisi metrik pada aplikasi yang kamu gunakan.

Rumus Total Value per Posisi dan Portofolio

Untuk menghitung nilai satu posisi investasi, kamu bisa memakai rumus ini:

Total Value Posisi = Jumlah Unit yang Dimiliki × Harga Pasar Terkini

Disisi lain, total dari nilai portofolio bisa dihitung dengan menjumlahkan nilai seluruh posisi investasi. Apabila saldo kas termasuk dalam pengertian portofolio di aplikasi tersebut, maka saldo itu juga dijumlahkan.

Total Value Portofolio = Total Nilai Seluruh Posisi + Saldo Kas yang Diperhitungkan

Misalnya, kamu memiliki 2 saham dengan harga pasar masing-masing Rp 50.000 dan 3 saham lain dengan harga Rp 20.000. Nilai kedua posisi tersebut adalah:

  • Posisi pertama: 2 × Rp 50.000 = Rp 100.000

  • Posisi kedua: 3 × Rp 20.000 = Rp 60.000

  • Total nilai posisi: Rp 100.000 + Rp 60.000 = Rp 160.000

Jika aplikasi juga menghitung saldo kas sebesar Rp 40.000, total nilai portofolio menjadi Rp 200.000. Contoh ini hanya ilustrasi perhitungan, bukan data investasi aktual.

Total Value Calculator

Perbedaan Total Value, Modal, dan Untung Rugi Belum Terealisasi

Total value, modal, dan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi merupakan tiga hal berbeda. Memahami perbedaannya membantu kamu mengevaluasi nilai investasi dengan tepat.

  • Modal: uang yang digunakan untuk membeli aset.

  • Total value: nilai pasar terkini dari aset yang dimiliki.

  • Unrealized P&L: selisih antara nilai pasar terkini dan modal awal, sebelum biaya atau penyesuaian lain.

Sebagai contoh, kamu membeli saham pecahan senilai US$100 saat harga saham US$200 per lembar. Kamu mendapatkan 0,5 lembar saham. Jika harga naik menjadi US$220 per lembar, nilai investasimu menjadi US$110.

Perhitungannya:

  • Modal awal: US$100

  • Jumlah saham: US$100 ÷ US$200 = 0,5 lembar

  • Total value saat ini: 0,5 × US$220 = US$110

  • Unrealized P&L: US$110 − US$100 = +US$10 atau +10%

Artinya, total value investasimu saat ini adalah US$110, sedangkan keuntungan yang belum terealisasi sebesar US$10. Keuntungan tersebut masih berupa kenaikan nilai aset selama saham belum dijual. Hasil aktual dapat berbeda setelah biaya transaksi dan pajak. Menurut Investor.gov, situs edukasi investor dari U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), saham pecahan memungkinkan investor memiliki sebagian dari satu lembar saham.

rumus total value portofolio

Baca Juga: Memahami Fair Value Gap (FVG) dalam Trading dan Contoh Grafiknya

Mengapa Total Value dalam Rupiah Bisa Berubah Saat Harga Saham AS Tidak Bergerak?

Jika kamu memiliki saham AS, nilai portofolio dalam rupiah bisa berubah meskipun harga saham dalam dolar AS tetap. Hal ini terjadi karena nilai rupiah yang ditampilkan juga dipengaruhi oleh kurs USD/IDR.

Rumus sederhananya adalah:

Nilai dalam Rupiah = Nilai Aset dalam USD × Kurs USD/IDR

Misalnya, nilai asetmu tetap US$110. Jika kurs yang digunakan aplikasi berubah dari Rp16.000 menjadi Rp 16.500 per dolar AS, hasil konversinya menjadi:

  • Pada kurs Rp 16.000: US$110 × Rp 16.000 = Rp 1.760.000

  • Pada kurs Rp 16.500: US$110 × Rp 16.500 = Rp 1.815.000

Nilai dalam rupiah bertambah Rp 55.000 meskipun nilai aset dalam dolar tetap US$110. Perubahan ini berasal dari perbedaan kurs yang digunakan untuk konversi, bukan dari kenaikan harga saham dalam dolar.

rumus total value locked

Dalam praktiknya, kurs yang digunakan aplikasi dapat berbeda dari kurs acuan karena waktu pembaruan, mekanisme konversi, atau ketentuan penyedia layanan. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa perubahan total value dalam rupiah sepenuhnya berasal dari kinerja saham.

Perbedaan Total Value dalam Portofolio, Data Saham, dan Kripto

Setelah memahami total value dalam portofolio, penting untuk mengetahui bahwa istilah yang sama dapat digunakan dengan arti berbeda di pasar saham dan dunia kripto. Tabel berikut merangkum perbedaannya, termasuk beberapa penggunaan di luar investasi.

Konteks

Istilah

Apa yang Diukur

Rumus Sederhana

Satuan

Portofolio investasi

Total Value

Nilai posisi aset berdasarkan harga terkini

Jumlah unit × harga terkini

USD atau rupiah

Data perdagangan saham

Value atau nilai transaksi

Nilai saham yang diperdagangkan

Jumlah saham × harga transaksi

Rupiah atau USD

Kripto dan DeFi

Total Value Locked (TVL)

Nilai aset yang dihitung terkunci dalam protokol DeFi

Total nilai aset yang diperhitungkan

Umumnya USD

Asuransi

Total Insurable Value (TIV)

Total nilai aset yang diasuransikan

Berdasarkan nilai aset yang ditanggung

Mata uang polis

Kontrak bisnis

Total Contract Value (TCV)

Total nilai kontrak selama periode yang disepakati

Berdasarkan nilai kontrak

Mata uang kontrak

Pemasaran

Total Customer Value

Nilai pelanggan berdasarkan metrik yang digunakan

Bergantung pada definisi metrik

Mata uang atau skor metrik

Tiga konteks pertama paling relevan bagi investor. Meski sama-sama menggunakan istilah value, angka pada setiap konteks mengukur hal yang berbeda. Karena itu, jangan membandingkan angka secara langsung tanpa memahami objek, periode, dan metode penghitungannya.

Value dalam Data Perdagangan Saham: Nilai Transaksi di Pasar

Di data pasar saham, istilah value umumnya merujuk pada nilai transaksi yang terjadi selama periode tertentu. Angka ini berbeda dari total value portofolio karena mengukur aktivitas perdagangan, bukan nilai aset yang dimiliki satu investor.

Data nilai transaksi dapat digunakan untuk memahami besarnya aktivitas perdagangan di pasar. World Bank menyediakan indikator nilai total saham yang diperdagangkan di Indonesia, dengan data yang bersumber dari World Federation of Exchanges. Sementara itu, statistik pasar modal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menjadi rujukan untuk menelusuri data pasar modal Indonesia.

Rumus dan Contoh Menghitung Value Transaksi Saham

Untuk menghitung nilai transaksi saham, gunakan rumus berikut:

Value Transaksi = Jumlah Saham yang Diperdagangkan × Harga Transaksi

Dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), satu lot umumnya terdiri dari 100 saham. Karena itu, kamu perlu mengonversi jumlah lot menjadi jumlah saham sebelum menghitung nilai transaksinya.

Misalnya, terdapat tiga transaksi dengan rincian berikut:

  • Transaksi pertama: 50 lot pada harga Rp 2.500 per saham

  • Transaksi kedua: 50 lot pada harga Rp 2.500 per saham

  • Transaksi ketiga: 50 lot pada harga Rp 2.500 per saham

Total volume transaksinya adalah 150 lot atau 15.000 saham. Nilai transaksinya dapat dihitung sebagai berikut:

15.000 saham × Rp 2.500 = Rp 37.500.000

Dengan demikian, total value transaksi dari ketiga transaksi tersebut adalah Rp 37.500.000. Angka ini merupakan ilustrasi, bukan data perdagangan aktual.

rumus nilai transaksi saham

Perbedaan Value, Volume, dan Frekuensi Transaksi

Untuk memahami aktivitas perdagangan saham dengan lebih tepat, kamu perlu membedakan value, volume, dan frekuensi karena masing-masing menunjukkan aspek yang berbeda.

  • Value: nilai uang dari transaksi.

  • Volume: jumlah saham yang diperdagangkan.

  • Frekuensi: jumlah transaksi yang terjadi.

Dalam contoh sebelumnya:

  • Value: Rp37.500.000

  • Volume: 150 lot atau 15.000 saham

  • Frekuensi: 3 transaksi

Value tinggi tidak otomatis berarti harga saham akan naik atau likuiditasnya tinggi. Indikator lain, seperti spread dan kedalaman pasar, juga perlu diperhatikan.

Dalam penelitian Illiquidity and Stock Returns: Cross-Section and Time-Series Effects (2002) di Journal of Financial Markets, Yakov Amihud membahas pengukuran likuiditas menggunakan return harian absolut relatif terhadap nilai perdagangan. Nilai transaksi merupakan salah satu komponen analisis likuiditas, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Baca Juga: Price to Book Value (PBV): Rumus, Cara Menghitung, dan Penggunaannya

Total Value Locked (TVL): Nilai Aset yang Terkunci di DeFi

Dalam dunia kripto, Total Value Locked (TVL) merupakan perkiraan nilai aset yang terkunci pada protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi). TVL dipakai untuk melihat soal skala aset yang disimpan atau dipakai dalam protokol seperti untuk layanan lending, staking hingga penyedia likuiditas. .

Rumus Sederhana dan Contoh Perhitungan TVL

TVL dihitung dengan menjumlahkan nilai pasar aset yang terkunci dalam protokol.

Rumus: TVL = total nilai pasar aset yang dihitung dalam protokol

Misalnya, sebuah protokol memiliki aset senilai US$200 pada dua layanan. Jika keduanya dapat dijumlahkan, TVL-nya adalah:

US$200 + US$200 = US$400

Perhitungan aslinya bisa saja berbeda, tergantung pada jenis aset,harga yang dipakai hingga metode penjumlahan protokol.

Mengapa TVL Bisa Berubah?

TVL bisa berubah, sebab jumlah aset yang dikunci bertambah maupun berkurang, yang disebabkan oleh harga token yang bergerak.

Misalnya protokol mempunyai 10 token seharga US$20 per token, jadi nilainya US$200. Apabila harga naik menjadi US$25, nilai aset menjadi US$250, meskipun jumlah token tetap 10.

Jadi, kenaikan TVL bukan berarti ada dana baru yang masuk. Perubahan harga aset juga bisa memengaruhi. Menurut dokumentasi DefiLlama, cara hitung TVL melibatkan perlakukan pada aset dan sumber harga. Oleh sebab itu, pahami cara yang dipakai sebelum akhirnya membandingkan TVL antar protokol.

Apakah TVL Tinggi Berarti Protokol DeFi Aman?

Tidak. TVL yang tinggi tidak langsung memberikan jaminan, keamanan protokol token sedang murah. TVL menggambarkan nilai aset yang dihitung terkunci, bukan ukuran dari kualitas pengelolaan atau potensi keuntungan.

Sebelum menilai suatu protokol, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Keamanan kontrak pintar: periksa kembali apakah protokol pernah diaudit dan adakah riwayat eksploitasi. Perlu kamu ingat, bahwa audit bukan jaminan protokol bebas dari risiko.

  • Komposisi aset: teliti kembali jenis token yang terkunci, serta besaran nilai yang tergantung pada harga aset.

  • Likuiditas dan mekanisme penarikan: perhatikan juga soal nilai aset apakah bisa ditarik sesuai ketentuan dan adakah risiko dan likuiditas yang terbatas.

  • Metodologi TVL: periksa kembali soal penyedia data hitungan aset tertentu.

  • Perubahan TVL dari waktu ke waktu: lihat apakah perubahannya disertai pertambahan aset yang terkunci atau lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan harga.

TVL sebaiknya dipakai sebagai salah satu metrik untuk memahami skala protokol, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membaca Total Value

Memahami total value tidak cukup hanya dengan melihat angka yang tertera di aplikasi atau platform investasi. Kamu juga perlu memahami konteks perhitungannya agar tidak keliru menilai nilai aset, keuntungan, maupun risiko investasi. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari.

  • Menyamakan total value dengan modal: Nilai aset saat ini belum tentu sama dengan modal awal atau keuntungan yang sudah terealisasi.

  • Mengabaikan kurs: Perubahan kurs dapat memengaruhi nilai investasi dalam rupiah.

  • Menyamakan value dan volume: Value menunjukkan nilai uang transaksi, sedangkan volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan.

  • Menganggap TVL menjamin keamanan: TVL tinggi tidak menjamin protokol bebas risiko.

  • Mengabaikan metode penghitungan: Perbedaan mata uang, periode, dan cakupan aset dapat membuat angka tidak sebanding.

Selalu periksa dasar perhitungan, biaya transaksi, dan kurs sebelum mengevaluasi investasi. Saat menilai TVL, pertimbangkan juga keamanan protokol dan risiko aset agar keputusan tidak hanya bergantung pada satu indikator.

Memahami Total Value Untuk Membaca Data Investasi Dengan Lebih Tepat

Pahami konteks, rumus, dan satuan total value agar tidak keliru membedakan nilai aset, modal, dan keuntungan yang belum terealisasi. Perhatikan juga pengaruh kurs pada saham AS serta pahami bahwa value transaksi dan TVL bukan satu-satunya indikator untuk menilai peluang investasi. Mulai perjalanan investasimu bersama Gotrade, pelajari cara memantau nilai portofolio saham AS dengan lebih mudah sebelum mengambil keputusan investasi.

Referensi

Financial Industry Regulatory Authority (FINRA). Your Brokerage Statement: How to Read and Make Sense of It.

Investor.gov. Fractional Share Investing: Buying a Slice Instead of a Whole Share. U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

World Bank. Market Capitalization of Listed Domestic Companies (Current US$). World Development Indicators.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Statistik Pasar Modal.

Amihud, Y. (2002). Illiquidity and Stock Returns: Cross-Section and Time-Series Effects. Journal of Financial Markets.

DefiLlama. Documentation: Methodology and Total Value Locked (TVL).

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku